BBG Tampil sebagai Energi Masa Depan, Efisien dan Ramah Lingkungan
Pelayanan BBG (Bahan Bakar Gas) Bagi Kendaraan Oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TBK (PGN)--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID– Komitmen dalam menjaga ketahanan energi nasional terus diperkuat oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif Bahan Bakar kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
BACA JUGA:KPAI Minta Batasi Iklan Minuman Manis untuk Anak, Terutama Iklan yang Bersifaf Manipulatif

Pelayanan BBG (Bahan Bakar Gas) Bagi Kendaraan Oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) TBK (PGN)--
Secara teknis, BBG memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin relevan di sektor transportasi. Salah satunya adalah nilai oktan (Research Octane Number/RON) yang tinggi, yakni berkisar antara 120 hingga 130.
Angka tersebut memungkinkan mesin bekerja pada rasio kompresi lebih tinggi. Sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran dan performa kendaraan secara keseluruhan. Sehingga dapat menjaga komponen tetap bersih dan memperpanjang umur pakai mesin sekaligus menekan biaya perawatan.
BACA JUGA:Langkah Besar Pertamina: PIS dan PGN Kembangkan Transportasi Energi Masa Depan
Dari sisi keamanan, penggunaan BBG juga telah dirancang dengan standar tinggi. Tangki khusus yang digunakan mampu menampung hingga 15 liter gas dan dilengkapi sistem pengamanan berlapis. Jika terjadi kebocoran, gas akan langsung menguap ke udara sehingga risiko ledakan dapat diminimalkan.
Direktur Operasi dan Komersial Gagas Maisalina memastikan bahwa seluruh pemasangan converter kit dan tangki dilakukan oleh tenaga profesional sesuai standar keselamatan internasional.
“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar yang keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten,” jelas Maisalina.
BACA JUGA:Bike to Work Diresmikan, ASN Malang Wajib Kayuh Sepeda Setiap Jumat ke Kantor
Penggunaan BBG pada kendaraan pun cukup beragam. Kendaraan pribadi rata-rata mengonsumsi sekitar 10 Liter Setara Pertalite (LSP) per hari, sementara taksi mencapai 20 LSP. Angkot dan bajaj berada di kisaran 15–20 LSP, sedangkan kendaraan berat seperti truk dan bus bisa mencapai 125–165 LSP per hari. Dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer per LSP, BBG dinilai cukup efisien untuk menunjang aktivitas harian.
“Harga BBG juga stabil di angka Rp4.500 per LSP, sangat bersahabat karena sumber gasnya berasal dari sumber domestik. Dengan banyak manfaat yang dapat dirasakan, kami berharap minat terhadap BBG semakin meningkat. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, kami juga terus memperkuat kapabilitas agar layanan BBG semakin massif dan optimal sebagai solusi bahan bakar yang andal bagi masyarakat di berbagai wilayah,” tutup Maisalina.
Fleksibilitas penggunaan juga menjadi nilai tambah. BBG dapat diterapkan pada kendaraan dengan sistem dedicated maupun dual fuel. Pada sistem dual fuel, kendaraan dapat menggunakan BBG dan BBM secara bergantian melalui pemasangan converter kit, sehingga memberikan pilihan sekaligus memperpanjang jarak tempuh.
BACA JUGA:PLN Dukung Kebutuhan Energi Era Digital dengan Prioritaskan Pengembangan PLTS
Sumber:




