2 tahun Disway Malang

Perpusda Kota Batu Peringkat Kelima se-Jatim, Koleksi 43.625 Eksemplar

Perpusda Kota Batu Peringkat Kelima se-Jatim, Koleksi 43.625 Eksemplar

Suasana perpustakaan daerah Kota Batu di Jalan RA Kartini Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID- Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu boleh berbangga. Dengan total koleksi mencapai 43.625 eksemplar, Perpusda Kota Batu tercatat sebagai pemilik koleksi terbanyak kelima se-Jawa Timur.

Gedung megah seluas 700 meter persegi di Jalan Kartini yang berdiri sejak Februari 2021 itu kini memang menjadi magnet literasi warga. Tak hanya koleksi fisik, Perpusda juga terus memperbarui koleksi e-book.

Namun di balik prestasi itu, ada pekerjaan rumah yang tidak ringan. Kemampuan Perpusda untuk menambah buku baru terus menyusut dalam dua tahun terakhir.

BACA JUGA:Pemkot Batu Raih 2 Penghargaan Nasional, Pasar Among Tani Juara II BPOM

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu, Abdul Rais, mengungkapkan komposisi koleksi saat ini terdiri dari 40 persen buku fiksi dan 60 persen buku nonfiksi.

“Anggaran pengadaan buku kita tetap Rp 75 juta per tahun,” katanya, Rabu (28/10/2026).

Masalahnya, harga buku di pasaran terus naik secara nasional ditambah adanya efisiensi anggaran. Dampaknya langsung terasa pada jumlah buku yang bisa dibeli.

Pada tahun 2024, dengan anggaran yang sama, Perpusda masih mampu menambah sekitar 1.000 buku baru. Namun pada 2025, jumlahnya turun menjadi hanya sekitar 800 buku. Padahal kebutuhan akan buku-buku relevan, termasuk judul-judul bestseller yang harganya lebih tinggi, terus meningkat.

“Kenaikan harga membuat jumlah buku yang dapat dibeli semakin sedikit. Padahal kami berupaya memenuhi kebutuhan pembaca melalui buku-buku yang relevan,” jelasnya.

BACA JUGA:Nurochman Lepas 48 Atlet Kota Batu ke POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026

Untuk mengatasi keterbatasan ini, Pemkot Batu berencana mengupayakan penambahan anggaran. Harapannya agar bahan bacaan tetap _up-to-date_ dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, realisasinya masih menunggu persetujuan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Kalau saat perubahan anggaran disetujui, koleksi buku akan ada penambahan,” imbuhnya.

Sambil menunggu, Disperpusip memutar otak dengan membuka partisipasi masyarakat. Perpusda menyediakan program hibah buku melalui rak khusus bertajuk Hibah Corner yang ditempatkan di area pintu masuk. Warga bisa menyumbangkan buku layak baca untuk memperkaya koleksi.

“Ini menjadi alternatif untuk memperbarui koleksi tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD. Tapi tentu, dukungan pengadaan dari pemerintah tetap dibutuhkan,” tegas Rais.

Sumber: