Festival Tabebuya Kota Batu Absen, Mekarnya Bunga Jadi Pengobat Rindu Wisatawan

Festival Tabebuya Kota Batu Absen, Mekarnya Bunga Jadi Pengobat Rindu Wisatawan

‎Suasana Tabebuya di Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu ‎-Sholeh/Diswaymalang-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Festival Tabebuya di Desa Pendem, Kota Batu, memang absen tahun ini. Namun, keindahan bunga berwarna kuning, merah muda, dan putih yang bermekaran di sepanjang jalan tetap menjadi pengobat rindu wisatawan yang ingin menikmati pesona musim semi tanpa harus pergi ke Jepang.

Jika Anda melintas di Kota Batu sepanjang Oktober 2026 ini, pemandangan jalanan akan terasa berbeda. Ruas-ruas jalan utama tiba-tiba berubah menjadi lorong warna-warni. 

Kuning cerah, pink lembut, dan putih bersih dari bunga Tabebuya bermekaran serentak, menciptakan pemandangan yang tak kalah indah dari sakura di Jepang.

‎Fenomena tahunan ini kembali hadir, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, menjadi panggung utamanya.

BACA JUGA:Stok Pertalite dan Bio Solar di Sejumlah SPBU Batu Menipis, Polres Ungkap Penyebabnya

Terutama di Jalan Semeru kawasan Wisata Bumi Lumbung Pendem dan Jalan Terusan Wijaya Kusuma di sekitar Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud).

Deretan pohonnya yang sudah berumur mekar sempurna, menarik perhatian siapa saja yang lewat. Tidak hanya di Pendem, pesona Tabebuya juga terlihat di Jalan Drs Moh Hatta dan beberapa ruas jalan lain di Kota Batu.

‎‎Warga lokal hingga wisatawan tak menyia-nyiakan momen ini. Sejak awal Oktober, banyak yang terlihat berhenti sejenak hanya untuk berfoto dengan latar belakang guguran bunga Tabebuya yang menutupi jalan.

‎BACA JUGA:Kapolres Batu Turun Atur Lalu Lintas di SMAN 2, Ingatkan Pelajar soal Knalpot Brong

‎Hanya saja, ada yang terasa kurang tahun ini. Jika biasanya mekarnya Tabebuya selalu dirayakan dengan Festival Tabebuya yang meriah, tahun ini festival tersebut dipastikan absen.

‎Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa festival yang biasanya digelar setiap bulan Oktober mengikuti musim mekar itu terpaksa ditiadakan karena alasan efisiensi anggaran desa.

‎"Tapi tahun ini kami tidak mengagendakan, itu karena ada masalah anggaran," kata Tri, Selasa (20/10/2026).

‎BACA JUGA:PHRI Sebut Fondasi Gastronomi Kota Batu Sudah Terbangun 10 Tahun, Modal Menuju Kota Gastronomi Unesco 2027

‎Padahal, festival ini sudah menjadi agenda tahunan yang paling ditunggu. Tahun lalu, festival digelar pada 4-6 Oktober 2025 dengan skala yang cukup besar.

Sumber:

Berita Terkait