Puting Beliung di Gangsiran Puthuk Rusak Rumah, Green House, dan Tiang Listrik
Angin puting beliung merusak green house warga Gangsiran Puthuk, Kota Batu-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Setelah sempat diguyur hujan deras dan angin kencang pada Rabu malam, warga Gangsiran Puthuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo dikejutkan oleh fenomena alam tak terduga, Kamis (5/3). Sebuah pusaran angin puting beliung—atau yang oleh warga lokal akrab disebut "ulur-ulur"—menerjang kawasan tersebut dan meninggalkan jejak kerusakan di jalurnya.
BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 5 Maret Hujan Ringan-Berawan, BMKG Kembali Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Meskipun berlangsung sangat singkat, kekuatan angin ini cukup untuk merusak dua atap rumah warga, satu unit green house, hingga merobohkan dua tiang listrik.
Bagi Saiman, warga RT 01 RW 05, kejadian ini adalah pengalaman pertama seumur hidupnya. Dengan nada antusias sekaligus waswas, ia menceritakan bagaimana angin itu bergerak gesit menyapu pemukiman.
BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 4 Maret Dominan Hujan Petir, BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi
"Angin datang dari timur, suaranya wes... wes... wes... lewat di sebelah rumah saya. Pertama merusak genting, lalu melompat ke green house. Setelah itu, pohon jati roboh, atap galvalum rumah warga dan kanopi ikut tersapu," ujar Saiman saat ditemui Disway Malang.
Tak berhenti di situ, pusaran angin terus melaju melewati kebun jeruk hingga mencapai area depan kampus UIN, di mana dua tiang listrik akhirnya tumbang. "Untungnya setelah dari tiang listrik itu, 'Ulur-ulurnya' naik ke atas dan hilang. Alhamdulillah, yang dilewati kebanyakan kebun jadi tidak ada korban jiwa," tambahnya lega.
BACA JUGA:Hujan Deras Disertai Angin Kencang 40 Menit di Kota Batu, Puluhan Pohon Tumbang
Meski bersyukur tidak ada korban luka, dampak ekonomi tetap terasa. Saiman menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan, terutama bagi warga yang kehilangan sarana usaha.
"Tolong, Pak, terutama yang green house-nya rusak itu dibantu. Itu mata pencaharian utama Bu Hartati," harapnya. Ia pun berdoa agar kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir kalinya terjadi di kampung halamannya.
BACA JUGA:Perang Iran Bikin Pasokan Minyak dari Timur Tengah Macet, RI Punya Cadangan BBM 1-2 Bulan ke Depan
Di lokasi kejadian, petugas BPBD Kota Batu tampak mulai berjaga dan mendata kerusakan. Namun, pihak berwenang belum bisa menaksir total kerugian materiil secara pasti.
Besok Tim BPBD akan melakukan asesmen mendalam untuk menghitung kerugian. Tujuan asesmen akan menentukan langkah bantuan dan perbaikan selanjutnya bagi warga terdampak.
Sumber:
