1 tahun disway

Kecelakaan Truk Rem Blong di Kota Batu, Pengemudi Ojol yang Baik Hati Itu Kini Tiada

Kecelakaan Truk Rem Blong di Kota Batu, Pengemudi Ojol yang Baik Hati Itu Kini Tiada

In memoriam --

JUNREJO, DISWAYMALANG.ID--Di tengah hujan agak deras yang mengguyur Kota Batu pada Rabu (18/2) sore, sekitar pukul 16.50 WIB masyarkat kota dingin itu dikejutkan video di grup-grup WhatsApp tentang kecelakaan di sekitar Masjid Putih, Gelonggong, Temas, Kota Batu.

BACA JUGA:Truk Rem Blong Hantam Empat Kendaraan di Turunan Jalan Pattimura, Kota Batu, 1 Ojol Tewas 4 Korban Luka-Luka

Video tersebut menggambarkan ada kecelakaan yang diduga akibat rem blong truk Fuso yang sedang mengangkut bekatul.


Sepeda motor Almarhum Iwan Kurniawan-Ist-

Truk Fuso melaju cukup kencang karena jalannya menurun, menabrak dua mobil dan kendaraan bermotor. Salah satunya adalah pengemudi ojek online (ojol) yang bernama Iwan Kurniawan (32 tahun). 

BACA JUGA:Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 18–28 Februari 2026, Wilayah Kota Malang

"Sesaat setelah kejadian kebetulan ada ojol lain yang lewat dan memfoto kendaraan Iwan, dan dikonfirmasikan ke grup ojol, mereka percaya bahwa itu sepeda Iwan," kata Darmawan Pandu Laksono, rekan seprofesi Iwan saat ditemui di depan kamar jenazah RS Hasta Brata, Rabu (18/2) malam.

Menurutnya, Iwan orangnya baik di lingkungan rumahnya dan teman seprofesinya. "Di lingkungan rumah dia menjadi RT, dan di organisasi ojol kota Batu dia pernah menjadi ketua," terang Darmawan. 

BACA JUGA:PKL Pelanggar Kebanyakan Orang yang Sama

Dengan Iwan menjabat RT dan pernah menjadi ketua Ojol menurut Darmawan, almarhum sosok yang baik karena dipercaya dilingkungannya.

"Kalau dipercaya menjadi ketua RT dan organisasi, berarti almarhum sosok orang baik," ujar Darmawan mengenang.

Di lingkungan ojol, Iwan merupakan komunikator antara driver dengan perusahaan. Ketika driver kena sangsi, almarhum selalu berkomunikasi dengan perusahaan.

"Selain itu almarhum juga sering memberikan pengetahuannya tentang aplikasi ojol ketika temannya ada masalah dengan akun atau suspend," tuturnya.

BACA JUGA:Wali Kota Batu: Pejabat yang Takk Mampu Memenuhi Ekspektasi Diharapkan Memiliki Kesadaran untuk Mundur

Untuk hubungan keluarga, almarhun kalau hari Minggu, libur, waktu sepenuhnya untuk keluarga. "Waktu untuk istri dan putri semata wayangnya yang saat ini kelas 4 SD. Selama saya mengenalnya, tidak pernah satu kali pun almarhum masuk pada hari Minggu," tegasnya.

"Hubungan dengan istri dan anakpun sangat harmonis, ini saya lihat dari status yang ia unggah," tambah Darmawan. 

Dia menambahkan, teman-teman ojol juga baru sadar bahwa dua hari yang lalu alarmhum menunjukkan sikap yang berbeda. Tidak seperti biasanya yang humoris.

"Saat bertemu dua hari yang lalu terasa beda, almarhum cenderung diam, dan status WA-nya selalu bersama keluarga. Mungkin ini tanda, yang kita tidak mengerti, dan baru kita tahu setelah kejafian ini," ungkap Darmawan dengan mata berkaca-kaca.

Sumber: