PKL Pelanggar Kebanyakan Orang yang Sama
Gambar adalah ilustrasi -Ist-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Libur panjang menjadikan kawasan alun-alun batu di padati pedagang kaki lima (PK), meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus melaksanakan operasi. Kesan kucing-kucingan memang tampak, ketika Satpol PP ada, para PKL menghilang. Namun ketika Satpol PP balik ke kantor, PKL kembali berjualan di alun-alun.
BACA JUGA:Bisa Selisih Belasan Jam, Ini Negara dengan Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia,
"Sebagai aparatur kami terus melaksanakan operasi rutin, tidak hanya di sekitar alun-alun saja, kami selalu menindak terhadap pelanggar," kata Faris Pasarella, Plt Kasatpol PP Kota Batu, Rabu (18/2)
BACA JUGA:Penting bagi Penyintas Diabet, Cara Aman Jaga Gula Darah saat Berbuka Puasa
BACA JUGA:9 Istilah yang Perlu Diketahui dalam AI, mulai LLM, Algoritma, hingga Guardrails
Namun para PKL terus mencari celah bagaimana mereka tetap menggelar dagangan di area alun alun. "Saat ini kami mencari upaya persuasif dan tindakan. Yang terjadi di lapangan mereka yang terkena operasi atau razia kebanyakan orangnya tetap, itu-itu saja," paparnya.
Diungkapkannya, masalahnya tidak akan selesai di Satpol PP, sebab Satpol PP hanya penegak peraturan, ada bidang teknis lain yang sifatnya lebih ke solusi. "Maka semua pihak harus duduk satu meja untuk menyelesaikan permasalahan tersebut," jelasnya.
Diterangkannya, persoalan utama yang muncul di lapangan adalah ketiadaan tempat alternatif bagi para pedagang untuk mencari nafkah. Petugas sering mendapat protes langsung dari PKL yang mempertanyakan nasib mereka jika tidak diperbolehkan berjualan di area alun-alun.
BACA JUGA:Catat! Ini Dia 9 Jenis Makanan yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi saat Sahur
Terkait hal ini, pihak Satpol PP menegaskan bahwa kewenangan mengenai relokasi berada di tangan pemerintah daerah dan dinas terkait, bukan pada petugas pengamanan.
"Kalau ada tempat relokasi yang jelas, kami menertibkannya juga lebih enak," pungkasnya.
Sumber:
