1 tahun disway

Musrenbang Tematik Kecamatan Batu Lebih Mengusulkan Nonfisik

Musrenbang Tematik Kecamatan Batu Lebih Mengusulkan Nonfisik

Pra Miserenbang Kecamatan Batu-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Kecamatan Batu mengadakan pra-Musrenbang di Aula Kecamatan Batu, Senin (10/2). Pada momen itu, ada dua cara yang dipakai menyerap aspirasi warga.

“Musrenbang tahun ini sesuai Arah Wali Kota menggunakan 2 cara yaitu cara regiler dengan menyerap aspirasi dari RT, RW selanjutnya ke Kelurahan dan Kecamatan. Selain itu juga menyerap aspirasi dari komunitas atau kelompok masyarakat yang belum pernahbtertampung aspirasinya, seperti kelompok disabilitas, UMKM, Osis, MKKS,” kata Camat Batu Sasongko Fitra Adhitama SIP MH.

Diungkapkan, dengan adanya musrenbang tematik ini kita lebih luas dalam menjaring aspirasi, banyak hal yang didapat.

BACA JUGA:Pemerintah Aktifkan Kembali Kepesertaan BPJS-PBI 106.000 Pasien Katastropik yang Sempat Dihentikan

Berbeda dengan Musrenbang reguler tingkat RT hingga Kelurahan yang biasanya didominasi oleh usulan pembangunan infrastruktur, forum ini secara khusus menjaring aspirasi dari komunitas non-struktural yang fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan ekonomi lokal. 

​"​Kelompok disabilitas menjadi salah satu perhatian utama dalam forum ini. Perwakilan komunitas mendorong pembentukan wadah atau sekolah khusus pasca SLB untuk menggali minat dan bakat agar mereka memiliki keterampilan mandiri di dunia kerja.

Diterangkannya, dari sektor pendidikan, Forum OSIS Kota Batu menyuarakan pentingnya mitigasi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang selama ini sering kali dianggap sebagai aib dan meliputi. Siswa mengusulkan kolaborasi konkret dengan Komnas Perlindungan Anak dan unit PPA Polres untuk memberikan edukasi hukum serta pemahaman mengenai ancaman pidana bagi pelaku perundungan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

 

BACA JUGA:Kebakaran Kandang Ayam di Oro-Oro Ombo, 15.000 Ayam Pedaging Gosong, Kerugian Rp1 M

​Untuk sektor ekonomi, usulan difokuskan pada sarana peningkatan kelas bagi para pelaku usaha lokal. 

“Untuk UMKM, masyarakat menginginkan adanya sistem 'jemput bola/ terkait perizinan yang melibatkan DPMPTSP, Kemenag, dan BPOM untuk memfasilitasi seperti ​Sertifikasi Halal dan PIRT secara lebih cepat dan mudah. ​​​Pelatihan Pengemasan (Packaging) dan strategi pemasaran agar produk lokal lebih kompetitif,” paparnya.

​Pelaksanaan Musrenbang tematik ini membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada perbaikan jalan atau drainase. Aspirasi yang masuk menunjukkan perlunya mendesaknya pengembangan kesejahteraan sosial dan penguatan kapasitas individu yang selama ini mungkin kurang terjangkau dalam skema pembangunan reguler.

 

BACA JUGA:Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFA pada 16-17 dan 25–27 Maret 2026

Sumber: