1 tahun disway

ATV Bertransformasi Menjadi Digital Innovation, Penguat Batu Kota Kreatif

ATV Bertransformasi Menjadi Digital Innovation, Penguat Batu Kota Kreatif

Peserta Selosowan dalam dialog tentang peran Agropolitan Televisi saat ini-Ist-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Transformasi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Agropolitan TV (ATV) kini memasuki babak baru yang lebih strategis. Dalam Rapat Koordinasi Teknis "Selosoan" yang digelar Selasa (3/2), para pemangku kepentingan ekonomi kreatif menyepakati redefinisi peran ATV, dari sekadar lembaga penyiaran konvensional menjadi pusat inovasi digital dan etalase utama potensi daerah.

BACA JUGA:10.000 Nahdliyin Kota Batu Akan Padati Stadion Gajayana Malang

Koordinator Batu Creative Hub (BCH) Alan Hafiludin menegaskan, televisi pada era modern adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem industri kreatif. Menurutnya, ATV memiliki peluang emas untuk mengambil posisi sebagai Digital Innovation Hub.

Posisi ini dinilai krusial untuk menarik program strategis nasional, seperti Garuda Spark dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), masuk ke Kota Batu.

“ATV harus bertransformasi menjadi Digital Innovation Hub. Keberadaan lembaga penyiaran resmi yang adaptif akan menjadi indikator penguat Kota Batu dalam mempertahankan dan meningkatkan statusnya sebagai kota kreatif, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Alan Hafiludin. 

BACA JUGA:Mujahadah Kubro PWNU Jatim, UNISMA Kerahkan SDM, Tim Medis, hingga Sediakan Parkir Bus Jamaah

Sementara itu Ketua Komite Ekraf Agrokreatif Muhammad Anwar menyoroti pentingnya konten yang berbasis pada keunggulan kompetitif daerah, khususnya gastronomi. Anwar mendorong ATV untuk menjadi panggung utama bagi narasi "Agrokreatif" yang mencakup proses hulu ke hilir, mulai hasil pertanian, kekayaan kuliner, hingga budaya makan masyarakat.

“Pemanfaatan media penyiaran publik untuk mempromosikan gastronomi lokal akan meningkatkan nilai tawar daerah secara signifikan. Kita perlu memperkuat konten lokal yang berakar pada identitas 'MBATU', memastikan kearifan lokal kita tetap relevan dan mampu bersaing di era global atau Glocal,” tegas Muhammad Anwar.

Dukungan penuh terhadap visi kreatif ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Batu Aries Setiawan. Bahwa transformasi ATV merupakan mandat strategis untuk mendukung Visi Daerah 2045 dan menyatukan narasi "Senyawa Malang Raya".

BACA JUGA:Peluang Kerja Dibuka Lebar, Pemkot Malang Siapkan Job Fair dan Pelatihan bagi Pencari Kerja

“Kita harus beranjak dari kegiatan normatif menuju komunikasi publik yang berdampak (impactful). ATV adalah jembatan yang menghubungkan program strategis pemerintah dengan denyut nadi masyarakat,” jelas Aries.

Untuk merealisasikan visi besar tersebut, Kepala Bidang Komunikasi Publik Ferli Syahrudin bersama Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf memaparkan langkah taktis penguatan tata kelola (governance) dan sumber daya manusia.

Fokus utama meliputi pengisian struktur direksi dan Dewan Pengawas untuk menjamin independensi, serta sinkronisasi konten dengan agenda besar seperti Children's Film Festival (BAIC 2026) dan program Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Dari sisi operasional, Tim Kerja ATV (redaksi, grafis, dan teknik) menyatakan kesiapannya melakukan modernisasi. Strategi baru akan diterapkan melalui pergeseran gaya siaran yang mengurangi format dialog monoton menjadi konten yang lebih dinamis, interaktif, dan tajam. Juga, optimalisasi distribusi konten melalui platform digital seperti YouTube dan Spotify pada jam-jam Digital Time.

BACA JUGA:Mantan Ketua DPRD Sekaligus Mantan Ketua DPC PDIP Kota Batu Cahyo Edi Purnomo Tutup Usia

Pertemuan ini menyepakati kerangka kerja "MBATU SAE" (Program, Stakeholders, Resources, Content, Feedback, Impact) sebagai peta jalan akselerasi. Dengan kolaborasi erat antara Diskominfo, Disparta, Batu Creative Hub, dan Komite Ekraf, ATV siap bertransformasi menjadi media yang tidak hanya mengabarkan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Malang Raya.

Sumber: