UIN Maliki Malang Dapat Peran Strategis dalam Reformasi Kesehatan Haji Nasional
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI) Mochamad Irfan Yusuf bersamaan dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang--
BATU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat peran strategis dalam reformasi kesehatan haji nasional yang tengah disiapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk penyelenggaraan haji 2026. Peran tersebut diwujudkan melalui kemitraan pendampingan, pembinaan, dan penguatan kesiapan kesehatan calon jamaah haji sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi menyampaikan, keterlibatan UIN Maliki Malang menjadi bentuk kepercayaan negara terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam memperbaiki tata kelola kesehatan jamaah haji secara menyeluruh.
Menurut Prof Ilfi, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan berbasis riset, pendampingan, dan pengabdian masyarakat agar pelaksanaan haji dapat disiapkan secara lebih manusiawi, aman, dan terukur.
“Berbagai kendala dalam penyelenggaraan haji, baik sebelum maupun sesudah keberangkatan, akan kami kaji secara akademik. Hasil riset tersebut nantinya menjadi rekomendasi kebijakan bagi Kementerian Haji dan Umrah,” ujar Prof Ilfi, Selasa (3/2) saat acara penandatanganan kerja sama di kampus 3 UIN Maliki Malang di Kota Batu.
BACA JUGA:9 Ucapan Imlek 2026 via WhatsApp, Berbahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia
Ia menjelaskan, Fakultas Kedokteran UIN Maliki Malang selama ini telah menjalankan pendampingan kesehatan calon jamaah haji melalui program akademik dan pengabdian masyarakat. Pendampingan dilakukan mulai dari pembinaan awal, pemeriksaan kesehatan, edukasi kesiapan fisik, hingga proses menjelang embarkasi.
“Pendampingan ini tidak hanya dilakukan oleh dosen, tetapi juga melibatkan mahasiswa melalui program kuliah kerja dan praktik lapangan. Fokusnya memastikan jamaah benar-benar siap secara kesehatan sebelum berangkat,” jelasnya.
Selain aspek medis, UIN Maliki Malang juga mendorong pendekatan multidisipliner. Fakultas Psikologi dilibatkan untuk memperkuat kesiapan mental dan psikososial jamaah, terutama bagi calon jamaah lanjut usia atau yang belum pernah melakukan perjalanan udara jarak jauh.
Sementara Fakultas Syariah diarahkan untuk mendukung penguatan aspek manasik melalui rencana pembentukan lembaga sertifikasi profesional pembimbing haji dan umrah.
Prof Ilfi menegaskan, kemitraan dengan Kemenhaj RI ini sejalan dengan visi UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat dan negara.
BACA JUGA:Buka Februari 2026, Deretan Peluang Beasiswa Luar Negeri, Gratis Biaya Kuliah hingga Uang Saku
“Reputasi internasional harus dibarengi kebermanfaatan nyata. Salah satunya dengan memastikan calon jamaah haji Indonesia berangkat dalam kondisi sehat, siap, dan bermartabat,” tegasnya.
Sumber:
