1 tahun disway

Wali Kota Batu Nurochman Hadiri Milad ke-102 MIMU Kota Batu

Wali Kota Batu Nurochman Hadiri Milad ke-102 MIMU Kota Batu

Wali Kota Batu Melepas Balon sebagai tanda 102 tahun MIMU Kota Batu-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum (MIMU) merayakan hari lahirnya yang ke-102 dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Mengusung semangat pengabdian satu abad lebih, acara ini dirangkai dengan jalan sehat bersama wali murid dan siswa (santri), serta peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad saw.

BACA JUGA:Peringatan 1 Abad NU di Stadion Gajayana Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi dan Kepadatan Kota Malang

​Acara yang berlangsung dihadiri oleh Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Kepala Dinas Pendidikan Alvi  Nurhidayat, dan  Kemenag Kota Batu. Sekitar 2.000 peserta dari siswa (santri) dan wali santri, serta alumni hadir pada acara ini.

BACA JUGA:Akhir Pekan di Kota Malang, Alun-Alun Merdeka Jadi Pilihan Wisata Keluarga Usai Revitalisasi

Diungkapkan Wali Kota Batu, MIMU lembaga pendidikan yang telah ada selama 102 tahun, maka sudah banyak alumninya. Dia juga mengapresiasi atas dedikasi MIMU yang telah ada sejak sebelim kemerdekaan.

Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan keluarga besar Nahdlatul Ulum, MIMU dinilai telah berhasil mencetak banyak tokoh sukses dan memberikan ruang belajar yang inklusif bagi anak-anak di Kota Batu.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya 31 Januari 2026: Dominasi Hujan dan Potensi Petir Sabtu Malam

​"Kita sangat bangga dengan keberadaan MI Miftahul Ulum yang sudah berusia 102 tahun. Banyak orang-orang sukses yang lahir dan sekolah dari sini. Ini adalah bukti nyata pengabdian dalam mendampingi generasi bangsa," ujar Cak Nur, Sabtu (31/1) disambut tepuk tangan hadirin.


Wali Kota Batu saat mengikuti jalan sehat dalam rangka peringatan hari lahir MIMU Kota Batu ke 102.-panca rp-

Selain menggelar jalan sehat sebagai ajang silaturahmi, sebelumnya juga diselenggarakan kegiatan khotmil quran dan solawat sebagai bentuk penguatan spiritual bagi keluarga besar madrasah. Hal ini sejalan dengan visi-misi Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan Generasi Emas yang unggul di masa depan.

BACA JUGA:Harlah ke-100 Tahun NU Jadi Ajang Pembuktian Kekompakan PBNU usai Diwarnai Friksi

​"Semoga spirit perjuangan seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan terus tumbuh. Pemerintah wajib hadir mengapresiasi segala darma bakti yang telah diberikan untuk masa depan anak-anak kita," tambahnya.

Sementara itu, Kepala MIMU Suparsi SPd menyampaikan rasa syukur dan harapan besar bagi masa depan madrasah. Dia menegaskan komitmen MIMU untuk terus menjadi lembaga pendidikan pilihan masyarakat, khususnya di wilayah Malang Raya.

BACA JUGA:Wali Kota Batu Beri Materi Program Sapa Warga Sapa Mbatu

​Diungkapkannya, visi pendidikan MIMU, inovatif dan berkarakter, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan Kreatif, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar relevan bagi anak bangsa.

"​Selain itu MiMU berorientasi akhlak yang menekankan pada pembentukan akhlakul karimah, karakter, aqidah, dan kualitas spiritual siswa (soleh-solehah)," papar Parsi, panggilannya.

BACA JUGA:Universitas Negeri Malang Terima 16 Mahasiswa SEA Teacher Batch 11 dari Filipina

Selain itu mencetak lulusan yang ilmunya berkah dan bermanfaat bagi bangsa, negara, serta orang tua.

Saat ini, MI Miftahul Ulum telah tumbuh menjadi sekolah dengan skala besar. Jumlah siswa total 977 orang, dari kelas 1 hingga kelas 6, yang terbagi dalam 27 rombel.

Diterangkan, di MIMU pada Januari 2026 sudah ada 130 peserta didik yang inden untuk tahun ajaran 2026/2027. Pihak sekolah akan membuka lima rombel atau sekitar 160 siswa.

BACA JUGA:Jadwal Grup MM Liga 4 Kapal Api Jawa Timur di Pasuruan

"Memang wali santri selalu inden, kami juga tidak tahu kenapa mereka selalu inden, tapi kami mengapresiasi pada mereka. Mungkin keterbatasan rombongan belajar karena kemampuan kelas kami jadi mereka rela inden," terang Parsi.

Karena minat yang tinggi masyarakat kepada MIMU, sekolah memastikan bahwa sarana prasarana dan ruangan kelas yang tersedia tetap memadai untuk menampung kelas besar tersebut.

Sumber: