Wali Kota Batu Perintahkan Foto Udara untuk Mitigasi Penanganan Kawasan Langganan Banjir Bulukerto dan Bumiaji
Wali kota Batu, Nurochman saat meninjau luapan di dusun Beru, Bumiaji, Kota Batu-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID--Wali Kota Batu Nurochman (Cak Nur) bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto (Mas Heli), meninjau dampak luapan air di Dusun Beru, Bumiaji, Minggu (4/1/2026). Meski kunjungan dipusatkan di Dusun Beru, Cak Nur menegaskan perhatian pemerintah tertuju pada dua titik luapan utama, yakni Desa Bulukerto dan Desa Bumiaji.
Untuk menyelesaikan masalah luapan bertahun-tahun ini, Nurochman menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera melakukan pengambilan foto udara di kawasan terdampak.
BACA JUGA:Dalam waktu Bersamaan, di Kota Batu Terjadi Dua Banjir usai Hujan Ekstrem
"Saya instruksikan Dinas PUPR segera melakukan foto udara untuk pemetaan sungai dan kanal-kanal banjir eksisting. Data ini akan memudahkan pemerintah dalam melakukan pemetaan dan intervensi kebijakan. Termasuk rencana menambah kanal-kanal baru atau sudetan untuk memecah debit air," papar Cak Nur.
Wali Kota juga menekankan bahwa penambahan infrastruktur fisik bukan satu-satunya solusi. Cak Nur menyoroti persoalan alih fungsi lahan yang memicu banjir lumpur.
BACA JUGA:Pipa 10 Dim Jebol, Berdampak pada 5.000 Pelanggan Air Bersih
Menurutnya, komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan hulu sangat krusial. "Pemerintah akan menambah sudetan, tapi perilaku masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama. Masyarakat pengelola hutan harus berpikir jangka panjang bahwa ada saudara-saudara kita di posisi bawah yang harus dipertimbangkan keselamatannya. Kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan kawasan hutan adalah kunci," tambahnya.
Terkait langkah yang sudah diambil, Wali Kota menjelaskan bahwa BPBD sebenarnya telah melakukan upaya mitigasi beberapa bulan lalu. Namun, kendala utama di lapangan adalah aliran air yang membawa material berat.
"Sebanyak apa pun kanal dan sudetan sungai, tetap tidak akan bisa menampung jika air membawa material lumpur, sampah, hingga potongan kayu. Inilah mengapa kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai menjadi sangat penting agar mitigasi kami di hilir tidak sia-sia," ujar Cak Nur.
Pada peninjauan tersebut, turut hadir kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kalaksa BPBD, serta jajaran Kecamatan Bumiaji untuk merespons cepat keluhan warga terkait tingginya debit air yang membawa material setiap hujan deras.
BACA JUGA:Songgoriti Ridge Run 2026 Siap Digelar, Tawarkan Tantangan Trail Run di Kota Batu
Sumber:
