1 tahun disway

Sudah 8 Hari, Jalur Batu-Mojokerto lewat Cangar Masih Ditutup

Sudah 8 Hari, Jalur Batu-Mojokerto lewat Cangar Masih Ditutup

Pintu Cangar Masih Ditutup-panca rp-

CANGAR, DISWAYMALANG.ID-- Jalur Batu-Mojokerto lewat Cangar sudah delapan hari terakhir ini ditutup. Penutupan sudah berlangsung sejak 24 Nobember lalu dan hingga Selasa (2/12) hari ini, belum ada tanda-tanda untuk dibuka.

 

Penutupan jalur favorit bagi yang ingin menghemat waktu untuk perjalanan Kota Batu-Mojokerto ini dilakukan usai terjadi longsor pada 24 Nopember lalu. Cuaca yang masih esktrem belakangan ini bisa jadi menjadi alasan jalur ini belum segera dibuka lagi.

 

Menurut salah satu petugas di pintu penutupan Cangar, Sugeng,  belum ada instruksi untuk membuka jalur yang juga dikenal dengan pemandangan indah ini. "Kami masih menunggu info dari atas (Gajah Mungkur, lokasi longsor)," kata Sugeng.

 

Diterangkannya, setiap hari di daerah Cangar terjadi hujan. Entah hujan atau gerimis, setiap hari terjadi. "Mungkin ini penyebabnya mengapa jalur Batu-Mojokerto lewat Cangar belum di buka," terangnya.

 

Dilanjutkan, untuk membuka jalur perlu pertimbangan yang matang. Ini karena kemiringan longsor tebingnya mendekati 90 derajar. "Jadi kalau dibuka jalurnya masih rawan, longsor. Kita menunggu assesment dari BPBD Provinsi Jatim untuk membukanya," ungkapnya.


Sebanyak 12 pesepeda motor, Selasa (2/11) siang, tertahan di sekitar area longsor Cangar-Pacet karena nekat merobos jalan yang sudah diberi rambu ditutup akibat longsor. -panca/diswaymalang.id--

 

Cuaca Diperkirakan Masih Ekstrim

 

Sebelumka Suwoko dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengatakan, pada sepuluh hari ke depan menurut prakiraan masih akan terjadi cuaca ekstrim. "Kita harus tetap waspada, karena akan ada cuaca ekstrim," kata Suwoko, 

 

BACA JUGA:Terjadi 196 Bencana di Kota Batu sampai Akhir Nopember, Paling Banyak Tanah Longsor

 

Pada tahun 2025 nyaris tidak ada kemarau panjang. Fenomena ini diebut sebagai kemarau basah. Yakni, fenomena saat hujan masih turun secara berkala selama musim kemarau, meski frekuensinya berkurang namun intensitasnya bisa tinggi. 

 

Kondisi ini terjadi akibat kombinasi beberapa faktor anomali iklim seperti melemahnya monsun Australia, suhu muka laut yang lebih hangat, dan aktivitas fenomena atmosfer seperti Madden - Julian Oscillation (MOJ). 

Sumber: