1 tahun disway

Guru Besar UM Soroti Kegagalan Struktur di Musibah Ponpes Al Khoziny: Desain dan Daktilitas Jadi Faktor Kunci

Guru Besar UM Soroti Kegagalan Struktur di Musibah Ponpes Al Khoziny: Desain dan Daktilitas Jadi Faktor Kunci

Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) bidang Rekayasa Keandalan Struktur dan Material Konstruksi Berkinerja Tinggi, Prof. Dr. Siti Nur Rahmah Anwar, S.T., M.T.,--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) bidang Rekayasa Keandalan Struktur dan Material Konstruksi Berkinerja Tinggi Prof Dr Siti Nur Rahmah Anwar ST MT menyoroti aspek teknis di balik musibah ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Prof Siti menekankan pentingnya perhitungan struktur dan desain bangunan yang tepat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di zona rawan gempa.

“Kita sebagai insinyur sipil harus memastikan keandalan struktur melalui komputasi. Dengan simulasi struktur, kita bisa memprediksi kekuatan bangunan menghadapi beban gempa, angin, dan gaya lateral lainnya sebelum benar-benar dibangun,” jelasnya dalam orasi di UM, Senin (6/10/).

Menyoroti musibah di Sidoarjo, Prof Siti menjelaskan bahwa dari indikasi awal yang terlihat, kegagalan struktur kemungkinan disebabkan kurangnya jalur alternatif gaya (daktilitas) serta ketidaktepatan desain sambungan dan material.

“Kalau kita lihat dari foto yang beredar, ciri-cirinya menunjukkan daktilitas yang rendah dan tidak ada jalur alternatif ketika satu elemen struktur gagal. Itu membuat deformasi menjadi besar dan memicu keruntuhan berantai,” terangnya.

Ia menambahkan, pengawasan dan desain awal harus menjadi perhatian utama dalam setiap proyek bangunan publik, terutama pondok pesantren, sekolah, dan fasilitas pendidikan yang menampung banyak jiwa.

“Saya tidak ingin menghakimi karena investigasi resmi masih berjalan. Namun dari analisis teknik, kesalahan desain dan lemahnya pengawasan kemungkinan besar menjadi faktor utama. Struktur baja ringan lokal, misalnya, tidak layak digunakan sebagai elemen utama penopang beban vertikal,” tegasnya.

BACA JUGA: Ambruknya Ponpes Al-Khoziniy: Gagal Struktur Akibat Perencanaan dan Pengawasan Konstruksi Lemah

Simulasi dengan Komputasi Struktur Modern 

Dalam paparannya, Prof Siti menjelaskan bahwa komputasi struktur modern memungkinkan simulasi beban nyata seperti gempa atau angin tanpa harus membuat model fisik berskala penuh. Data dari uji laboratorium dapat di-input ke perangkat lunak untuk memprediksi respons deformasi, kekuatan elemen, dan sisa kemampuan struktur.

“Melalui software struktur, kita bisa tahu apakah kolom, balok, atau sambungan masih dalam batas aman. Dengan itu, potensi kegagalan bisa dicegah sejak tahap desain,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penerapan SNI 1726 (Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung) dan SNI 2847 (Beton Bertulang), serta penggunaan teknologi mitigasi seperti base isolator dan outrigger system pada bangunan bertingkat.

“Teknologi isolator memang mahal, tapi untuk zona seismik tinggi seperti Indonesia, itu investasi keselamatan. Jepang sudah membuktikan bangunan ringan dan fleksibel jauh lebih aman saat gempa,” jelasnya.

BACA JUGA: Wali Kota Malang Pastikan Pendampingan Penuh bagi Santri Korban Musibah Ponpes Al Khoziny

Sumber: