Beauty Privilege: Realita Kehidupan dan Pergeseran Definisi Cantik di Indonesia
Ilustrasi kecantikan wanita--iStockphoto
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Dalam era di mana media sosial dan budaya visual mendominasi, sebuah fenomena tak kasat mata namun nyata terasa terus menjadi perbincangan. Yaitu, mengenai beauty privilege.
Istilah ini merujuk pada perlakuan istimewa dan keuntungan sosial yang secara tidak langsung diterima oleh individu dengan penampilan menarik.
Dari akses peluang kerja yang lebih besar hingga respons pelayanan publik yang lebih ramah, penampilan fisik ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap cara seseorang diperlakukan.
Di Indonesia, diskursus mengenai beauty privilege menjadi semakin relevan, seiring dengan masifnya reproduksi standar kecantikan global yang meresap ke dalam budaya lokal.
Fenomena ini menciptakan ketimpangan sosial yang baru, di mana mereka yang tidak memenuhi standar kecantikan yang dominan sering kali merasa terpinggirkan, baik di lingkungan sosial maupun profesional.
Sebuah survei yang dilakukan oleh ZAP Clinic, salah satu penyedia layanan kecantikan terkemuka di Indonesia, berhasil mengupas tuntas realitas ini.
Hasilnya mengejutkan, sekaligus menegaskan bahwa beauty privilege bukanlah sekadar mitos.
Mayoritas responden, yakni 96,2 persen perempuan di Indonesia, secara terbuka mengakui adanya fenomena ini dan dampaknya dalam membuka pintu keberuntungan atau kesempatan yang lebih baik. Angka ini jauh di atas 3,8 persen responden yang merasa tidak terpengaruh.
Dalam laporannya, ZAP Clinic menulis, "Beauty privilege ini erat kaitannya dengan standar kecantikan yang secara tidak langsung membuat tak sedikit wanita Indonesia merenungi arti kecantikan yang sebenarnya."
Pernyataan ini membuka pertanyaan krusial, Jika penampilan fisik begitu penting, lalu apa sebenarnya arti cantik bagi wanita Indonesia saat ini?
Cantik Bukan Hanya Soal Makeup, Tapi Sebuah Pergeseran Paradigma
Hasil survei ZAP Clinic menunjukkan adanya pergeseran paradigma yang menarik dalam mendefinisikan kecantikan.
Responden menegaskan bahwa makeup bukanlah faktor penentu kecantikan, bahkan 98,5 persen wanita Indonesia menyatakan mereka tidak membutuhkan makeup untuk merasa cantik.
Ini adalah sebuah pengakuan penting yang menunjukkan bahwa kecantikan sejati tidak lagi diukur dari polesan riasan wajah.
Lalu, apa yang membuat wanita Indonesia merasa cantik? Mayoritas responden, sekitar 30,7 persen, menempatkan wajah yang bersih dan mulus sebagai definisi kecantikan utama.
Sumber: goodstats
