Survei BPS, 14 Persen Lebih Perempuan Indonesia Bekerja jadi Penopang Utama Nafkah Keluarga
14 persen perempuan Indonesia kini menjadi pencari nafkah utama. --Bisnis-Rachman
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Ini data yang patut dicermati terkait dengan dua hari besar yang baru saja diperingati di Indonesia. Yaitu, Hari Kartini 21 April dan Hari Buruh 1 Mei.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat bahwa sekitar 14,37 persen perempuan menjadi pencari nafkah utama atau disebut juga sebagai female breadwinners. Yakni individu dengan penghasilan terbesar dalam rumah tangganya.
Sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah perkotaan dan hanya mengenyam pendidikan dasar.
Peran ini tidak hanya penting, tapi juga dominan, karena hampir 50 persen dari female breadwinners menyumbang 90 hingga 100 persen pendapatan rumah tangga.
Pola pekerjaan mereka menunjukkan dominasi sektor informal. Sebanyak 47,53 persen memilih menjalankan usaha sendiri atau dibantu keluarga, sedangkan 44,95 persen bekerja sebagai buruh atau karyawan.
Sebagian kecil lainnya memilih pekerjaan bebas. Keputusan ini banyak dipengaruhi oleh beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik yang harus ditanggung perempuan.
Dilihat dari tempat kerja, 60,79 persen perempuan bekerja di usaha perorangan, yang menunjukkan keterbatasan akses mereka terhadap pekerjaan formal.
Sementara sisanya tersebar di lembaga profit (19,78 persen), pemerintah (12,15 persen), rumah tangga (4,79 persen), dan sektor lainnya (2,49 persen).
Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi lapangan kerja utama (23,61 persen), disusul pertanian (17,86 persen) dan industri pengolahan (17,37 persen).
Mengenai jam kerja, sebagian besar female breadwinners bekerja dalam batas wajar 35 hingga 49 jam per minggu.
Namun, sekitar 21 persen bahkan bekerja lebih dari 49 jam per minggu dengan jumlah yang berisiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.
Kendala seperti minimnya akses modal, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja formal menjadi tantangan besar yang membuat banyak dari mereka masih berada dalam posisi rentan secara ekonomi.
Sumber: bps
