Gelar Brawijayan Tosan Aji Fest, Rektor UB Mimpikan Keris Mendunia Lewat Holywood
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo berikan sambutan di Brawijayan Tosan Aji pada Sabtu (19/4)-Agung Budi Prasetyo-
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID –Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Widodo menyakini keris berperan dalam penguatan diplomasi Indonesia. Dia membayangkan keris menjadi alat diplomasi budaya sekaligus menjadikan diplomasi Indonesi di kancah global menguat.
“Saya berharap dengan semangat ini kita bisa menikmati budaya yang kita tampilkan ini (keris) menjadi ikon budaya global,” katanya saat memberi sambutan pada pembukaan Brawijayan Tosan Aji Fest di Gedung Samantha Krida, Kampus UB, Lowokwaru, Sabtu (19/4).
Brawijayan Tosan Aji Fest yang antara lain ada pameran keris ini berlangsung tiga hari, 18-20 April 2025.
Rektor UB menyampaikan, sempat membayangkan keris akan makin dikenal di dunia. Sekaligus, menjadi ikon budaya Indonesia yang mendunia dan bisa berperan dalam penguatan diplomasi Indonesia.
Menurut Rektor, sudah banyak contoh bagaimana negara menguatkan diplomasi internasional melalui budaya. Dia menyebut contoh Amerika lewat industri film nya. Juga Jepang yang disebut Rektor sukses mengglobalkan budaya Samurai.
Keris Mengglobal
Untuk itu, Rektor UB mengaku membayangkan keris juga bisa mengglobal, dikenal di kancah interasional. Antara lain dengan masuk di industri film Holywood.
“Kami sampaikan bahwa kenapa kita ingin sekali berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan festival keris ini, karena kita berpikir bahwa bangsa yang besar, negara yang kuat, di manapun, dia memiliki diplomasi yang kuat,” ujar Prof. Widodo.
Prof. Widodo, menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa. Namun sayangnya beberapa warisan budaya kini telah dihapus dari daftar UNESCO. Hal ini menjadi perhatian serius bagi UB.
“Kami siap melakukan riset dan berbagai langkah strategis untuk membawa budaya Nusantara ke ranah global,” tegas Prof. Widodo.
Tidak hanya itu saja, Prof Widodo juga menekankan untuk melakukan soft diplomasi agar Kebudayaan Indonesia dikenal oleh negara lain. Sekaligus, untuk mengenalkan budaya kepada generasi penerus bangsa, antara lain dengan penyelenggaraan Brawijayan Tosan Aji Fest. (*)
Sumber:
