2 tahun Disway Malang

25 Tahun Rawat Mangrove Clungup Malang, Konservasi Hasilkan Miliaran Rupiah

25 Tahun Rawat Mangrove Clungup Malang, Konservasi Hasilkan Miliaran Rupiah

Hasto Kristiyanto bersama aktivis lingkungan dan ratusan anak muda mendorong konservasi mangrove Clungup, Malang,-Dok. PDIP---

Tri Rismaharini juga mengingatkan bahwa konservasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keberhasilannya harus ditopang kesinambungan program, partisipasi masyarakat, dan dampak yang dapat diukur.

Ia menambahkan, kebersihan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan wisata. Ketika kunjungan meningkat, manfaat ekonomi diharapkan turut dirasakan pedagang kuliner, perajin, pemandu wisata, dan pemilik perahu.

Sementara itu, Eriko Sotarduga mengajak generasi muda memilih kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia juga mendorong partisipasi dalam gerakan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Dari Konservasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan di Clungup diawali dengan lokakarya mengenai peluang dan tantangan perdagangan karbon bagi komunitas di kawasan Pantai Clungup dan Teluk Asmara. Agenda dilanjutkan dengan susur mangrove hingga Pantai Tiga Warna.

Ratusan anak muda, ibu-ibu, dan nelayan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak melihat hubungan antara pemulihan lingkungan, pengembangan ekowisata, dan peluang ekonomi masyarakat pesisir.

Pengalaman CMC Tiga Warna menunjukkan bahwa konservasi dapat menjadi fondasi pembangunan yang melibatkan masyarakat. Hutan mangrove berfungsi menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung kegiatan wisata dan sumber penghidupan warga.

Ke depan, CMC diarahkan untuk memperkuat ekowisata, mengembangkan produk unggulan masyarakat, dan menjajaki perdagangan karbon berbasis komunitas. Pengembangan tersebut perlu tetap mengutamakan perlindungan ekosistem dan kepentingan warga yang selama ini merawatnya.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, manfaat konservasi diharapkan tidak hanya dirasakan generasi sekarang, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Sumber: harian disway