81 tahun RI Disway

Muktamar NU Memanas, Massa Pendukung Gus Yusuf Coba Terobos Sidang Pleno

Muktamar NU Memanas, Massa Pendukung Gus Yusuf Coba Terobos Sidang Pleno

Massa pendukung Gus Yusuf di area sidang pleno Muktamar Ke-35 NU. -Nu online--

JOMBANG, DISWAYMALANG.ID--Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, JOMBANG, Jawa Timur, diwarnai ketegangan pada Ahad, 30 Agustus 2026.

Massa yang mengatasnamakan pendukung bakal calon Ketua Umum PBNU KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf berupaya menerobos barikade pengamanan menuju arena Sidang Pleno IV.

Aksi tersebut berlangsung setelah forum muktamar memutuskan pemberlakuan masa iddah selama satu tahun dari jabatan politik bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Keputusan mengenai masa iddah jabatan politik menjadi salah satu poin penting dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi PBNU dalam Muktamar NU ke-35.

Massa Pendukung Gus Yusuf Bergerak

Berdasarkan kronologi yang disampaikan panitia, situasi di luar arena mulai ramai setelah Sidang Pleno IV membahas dan menetapkan ketentuan tersebut.

Sejumlah massa yang menyebut diri sebagai barisan pendukung Gus Yusuf menyampaikan protes terhadap keputusan forum.

Mereka kemudian bergerak menuju jembatan di sebelah barat Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Di lokasi tersebut telah terdapat barikade yang dijaga Banser dan petugas pengamanan panitia lokal Muktamar NU ke-35.

Salah seorang orator meminta massa untuk menerobos barisan pengamanan.

Orator bahkan menggunakan Mars Banser untuk membangkitkan semangat massa.

"Serbu!" teriak orator ketika mengajak massa bergerak melewati barikade.

Namun, petugas keamanan tidak membalas dengan tindakan yang dapat memperbesar ketegangan. Mereka justru melantunkan shalawat untuk berusaha meredam massa yang mulai tersulut emosi.

Massa kemudian berpindah ke jembatan yang mengarah langsung ke pintu utama GSG Bahrul Ulum. Mereka tetap berupaya mendekati arena persidangan.

Minta Kiai Sepuh Turun Tangan

Dalam aksi tersebut, orator juga meminta para kiai sepuh turun ke arena Komisi Organisasi.

Sumber: nu.or.id dan sumber lainnya

Berita Terkait