Seorang Dokter Internship Meninggal Diduga Akibat Campak, Ini Langkah Kemenkes
foto: instagram--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Seorang dokter intership di Cianjur bernama Andito Mohamad Wibisono meninggal dunia diduga akibat campak dengan komplikasi pneumonia. Kasus ini menjadi sorotan publik.
Dokter muda ini meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan pada Kamis, 26 Maret 2026 setelah didiagnosis sebagai kasus suspek campak dengan komplikasi berat. Andito Wibisono yang berprofesi sebagai dokter muda di Cainjur sempat mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat.
"Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan resmi dikutip dari Disway, Jumat, 27 Maret 2026.
BACA JUGA:Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Pastikan Campak di Kota Malang Kini Terkendali
"Pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal," sambungnya.
Sosok dr Andito
Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Andito Mohammad Wibisono merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Andito Wibisono mengenyam Pendidikan Dokter pada Agustus 2019 dan lulus pada tahun 2023.
Lalu, melanjutkan pendidikan Profesi Dokter pada Februari 2023, lulus tahun 2025. Sebelum meninggal ia bertugas sebagai dokter intership di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.
BACA JUGA:Campak Bisa Diatasi, Ini 9 Cara yang Bisa Dilakukan di Rumah
Berdasarkan informasi di Instagram @rsud.cimacan, dokter muda tersebut merupakan anak dari Dewan Pengawas RSUD Cimacan dr Dharmawan SD MARS.
Dikutip dari Instagram @medicine_ui, dr. Andito dikenal sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan. Dokter muda itu juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof Ari Fahrian Syam SpPD-KGEHMMB.
"dr. Andito adalah angkatan FKUI 2019. Almarhum juga pernah menjadi asisten dekan pada periode Prof. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB," demikian keterangan unggahan Instagram @medicine_ui.
BACA JUGA:Indonesia Peringkat Kedua Dunia, Kemenkes Ingatkan Kewaspadaan Campak Jelang Mudik Lebaran
Kemenkes Sampaikan Duka Cita
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka cita atas meninggalnya Andito Wibisono. "Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut," ujar Aji.
Aji mengatakan pihaknya akan menelusuri kontak erat, mencari sumber penularan, menilai tingkat risiko, dan memberikan vitamin A untuk menekan potensi penularan yang lebih luas di wilayah setempat.
Campak Serang Anak-Anak hingga Dewasa
Sumber:









