Awal Ramadan Masih Berpotensi Beda, Libur Idul Fitri 2026 dan Skema WFA Diumumkan
Libur Idul Fitri 2026 dan skema WFA diumumkan pemerintah. Penentuan awal Ramadhan masih menunggu sidang isbat karena potensi perbedaan metode hisab rukyat.--Canva--
BACA JUGA:Update Roster RRQ Hoshi MPL ID Season 17, Kombinasi Wajah Baru dan Pilar Lama
Dengan kondisi itu, hilal secara rukyat diperkirakan belum dapat diamati pada hari tersebut. Bila mengacu pada parameter ini, awal Ramadan berpeluang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Indonesia memakai standar imkanur rukyat hasil kesepakatan negara MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Data BMKG pada 18 Februari 2026 menunjukkan hilal sudah berada di atas horizon, ketinggian sekitar 7,62 hingga 10,03 derajat dan elongasi melampaui 10 derajat, sehingga secara teori memenuhi syarat keterlihatan.
BACA JUGA:Presiden Prabowo di Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang: Ajak Pemimpin Rukun, Menjaga Persatuan
Namun Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang diumumkan di Yogyakarta pada 22 September 2025 memutuskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Untuk Idulfitri, 1 Syawal 1447 H ditetapkan berlangsung Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut memakai metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid.
Sumber:
