Kecamatan Sukun Gunakan Data BPS untuk Program PHBS, Ciptomulyo Jadi Prioritas Edukasi
Camat Sukun Dan BPS Melaksanakan penyusunan program kesehatan masyarakat.--
SUKUN, DISWAYMALANG.ID–Kecamatan Sukun mulai menerapkan pembangunan berbasis data dengan menjadikan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penyusunan program kesehatan masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Ciptomulyo yang menjadi salah satu wilayah prioritas.
Program tersebut digelar bersama Dinas Kesehatan Kota Malang sebagai tindak lanjut hasil pendataan BPS yang menunjukkan masih terdapat sejumlah indikator PHBS di Kelurahan Ciptomulyo yang perlu ditingkatkan.
Pemanfaatan data statistik sebagai dasar penyusunan kebijakan diharapkan mampu membuat program pemerintah lebih tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:APBD 2027 Mulai Dibahas, Pemkot Malang Targetkan Pengangguran Turun di Bawah 5,6 Persen
Data BPS Jadi Dasar Penyusunan Program
Camat Sukun Dian Kuntari menegaskan, hasil sensus BPS memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat sehingga layak dijadikan acuan dalam menentukan arah pembangunan.
Menurutnya, kebijakan publik tidak boleh disusun hanya berdasarkan perkiraan, tetapi harus berpijak pada data yang akurat agar setiap program benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

Sambutan Camat Sukun--
"Hasil sensus BPS memberikan gambaran riil kondisi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan data, bukan asumsi. Ketika data menunjukkan ada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, pemerintah harus hadir melalui program yang tepat sasaran," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Dian menambahkan, pendekatan berbasis data juga membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan sekaligus memastikan anggaran yang dialokasikan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Edukasi PHBS untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Malang memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan meliputi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, penggunaan air bersih, konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik secara rutin, hingga upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Selain penyampaian materi, warga juga diajak berdialog mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.
Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan keluarga sebelum berkembang ke masyarakat secara lebih luas.
Sumber:


