HUT ke-112, DPRD Kota Malang Santuni 112 Anak Yatim Sekaligus Refleksi Kinerja
Santunan Anak Yatim Piatu DPRD Kota Malang--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–DPRD Kota Malang memperingati hari jadinya ke-112 dengan menyantuni 112 anak yatim piatu pada Selasa (31/3) di Gedung DPRD Kota Malang. Kegiatan yang dirangkai doa bersama itu tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum evaluasi kinerja lembaga legislatif tersebut.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus komitmen berbagi dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wujud syukur kami sekaligus berbagi kebahagiaan, khususnya kepada anak-anak yatim,” ujarnya.
Agenda santunan awalnya dijadwalkan pada 25 Maret, namun harus ditunda karena bertepatan dengan arus mudik Lebaran. Meski demikian, pelaksanaan tetap berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
BACA JUGA:Jadwal TKA 2026 SD dan SMP Mulai April: Pemerintah Pastikan Siap, Ini Tanggal Lengkapnya
Momentum ini sekaligus menandai perjalanan panjang DPRD Kota Malang yang telah memasuki usia lebih dari satu abad.
Amithya menyebut, peringatan HUT ke-112 juga bertepatan dengan hampir dua tahun masa kerja anggota DPRD periode saat ini. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap capaian maupun kekurangan kinerja legislatif.
“Ini menjadi waktu untuk evaluasi dan kontemplasi atas apa yang sudah kami kerjakan selama hampir dua tahun,” tegasnya.
DPRD Kota Malang menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang lebih terbuka dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Aspirasi yang dihimpun, kata Amithya, harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang benar-benar berdampak bagi warga.
“Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai usulan, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ujarnya.
BACA JUGA:BTS Kembali Kuasai Billboard! Album ARIRANG Debut No 1 dengan Penjualan Tinggi
Dalam kegiatan santunan ini, DPRD juga menyoroti pentingnya perhatian berkelanjutan bagi anak yatim, tidak hanya dalam bentuk bantuan finansial, tetapi juga dukungan pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan sosial di tengah masyarakat.
Sumber:









