DPRD Malang Semprot PJT I, SPAM Bango Sering Gangguan Sejak Beroperasi
Rapat Evaluasi WTP Bango--
Komisi B juga menyoroti skema kerja sama yang dinilai tidak seimbang karena Perumda Tugu Tirta Kota Malang tetap memiliki kewajiban membayar air baku kepada Perum Jasa Tirta I, meskipun operasional SPAM Bango beberapa kali mengalami gangguan.
BACA JUGA: Beabadoobee Umumkan Kolaborasi dengan The Marías, Lagu 'All I Did Was Dream of You' Segera Rilis
“Kalau sering terjadi gangguan seperti ini, bagaimana tanggung jawab dari PJT I jika sampai Tugu Tirta dirugikan?” tegas Bayu.
Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan air bersih kepada ribuan warga Kota Malang.
Meski demikian, DPRD menilai opsi pemutusan kerja sama bukan menjadi pilihan utama dalam waktu dekat karena kontrak masih berjalan. Namun Komisi B mendorong agar evaluasi kerja sama dilakukan lebih intensif.
BACA JUGA:UNISMA Resmi Dirikan Program Studi Sains Lingkungan untuk Cetak Generasi Peduli Bumi
“Kalau perlu evaluasi dilakukan setiap tiga atau enam bulan sekali supaya ada titik tengah dan tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya.
Sementara itu, Vice President Pengembangan Bisnis Perum Jasa Tirta I, Didik Ardianto menjelaskan gangguan operasional sebagian besar dipicu oleh kondisi sumber air dari Sungai Bango yang sangat dipengaruhi faktor cuaca.
Menurutnya, saat hujan deras debit sungai meningkat dan membawa sampah serta sedimen yang dapat menutup saluran intake.
“Ketika hujan deras, debit sungai meningkat dan membawa sampah serta sedimen. Itu yang sempat menutup intake sehingga air tidak bisa masuk ke instalasi pengolahan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu operator harus menghentikan sementara produksi air sesuai standar operasional prosedur guna menjaga kualitas air yang dihasilkan.
PJT I juga melakukan perawatan rutin, mulai dari pemeriksaan harian hingga pembersihan sedimen secara berkala, termasuk menurunkan tim penyelam untuk membersihkan endapan di area intake sungai.
“Sekarang intake sudah dibersihkan dan operasional sudah kembali normal,” pungkas Didik. (Ab)
Sumber:
