1 tahun disway

Dua Pasar Ini Jadi Percontohan Digitalisasi, Pemkot Malang Genjot Transformasi Pasar Tradisional

Dua Pasar Ini Jadi Percontohan Digitalisasi, Pemkot Malang Genjot Transformasi Pasar Tradisional

Pasar Oro - Oro Dowo Malang--

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Malang mulai mengakselerasi program digitalisasi pasar tradisional dengan memprioritaskan dua pasar sebagai proyek percontohan. Kedua pasar tersebut adalah Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo, yang dinilai siap dari sisi kesiapan pedagang maupun infrastruktur pendukung.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi modernisasi pasar rakyat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola transaksi masyarakat yang kian bergeser ke sistem non-tunai.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 5 Maret: Hujan Ringan-Berawan, BMKG Kembali Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Diskopindag), Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa digitalisasi yang diterapkan tidak hanya sebatas pembayaran elektronik, tetapi juga mencakup pendataan pedagang serta sistem administrasi berbasis digital.

“Di dua pasar itu, sebagian besar pedagang sudah mulai menggunakan pembayaran QRIS. Ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan digitalisasi yang lebih luas,” ujarnya, Kamis (5/3).

Menurut Eko, penerapan sistem digital di pasar tradisional bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan, transparansi retribusi, serta memudahkan pedagang dalam melayani konsumen. Dengan sistem pembayaran non-tunai, transaksi menjadi lebih praktis dan tercatat secara otomatis.

BACA JUGA:SPF 50 tapi Ramah di Kantong, Ini 9 Sunscreen Murah yang Tetap Maksimal Lindungi Kulit

Tak hanya itu, digitalisasi juga diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi pedagang kecil. Ke depan, bukan tidak mungkin sistem tersebut terintegrasi dengan platform pemasaran daring sehingga produk pedagang pasar tradisional dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Program ini juga menjadi respons atas perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi digital. Di sisi lain, pemerintah ingin memastikan pasar tradisional tetap kompetitif di tengah menjamurnya ritel modern dan platform belanja online.

Pemilihan Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo sebagai proyek percontohan bukan tanpa alasan. Kedua pasar tersebut dikenal sebagai pasar dengan tingkat aktivitas ekonomi yang tinggi serta memiliki pedagang yang relatif adaptif terhadap inovasi.

BACA JUGA:Jelang Idulfitri, Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg, TPID Kota Malang Siapkan Langkah Intervensi

Meski demikian, Diskopindag menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan sebelum program diperluas ke pasar lain. Aspek yang dinilai meliputi tingkat partisipasi pedagang, kemudahan penggunaan sistem, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan dan efisiensi pengelolaan.

Pemkot Malang menargetkan transformasi ini berjalan bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak perbankan maupun penyedia layanan teknologi guna memperkuat ekosistem digital di pasar rakyat.

Digitalisasi pasar tradisional diharapkan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro. Dengan sistem yang lebih modern dan transparan, pasar tradisional diyakini tetap menjadi denyut nadi ekonomi kerakyatan di Kota Malang. 

Sumber: