81 tahun RI Disway

KKN FEB UB Dorong Desa Selorejo Lebih Mandiri Lewat 5 Program Berbasis SDGs

KKN FEB UB Dorong Desa Selorejo Lebih Mandiri Lewat 5 Program Berbasis SDGs

Mahasiswa FEB --FEB UB

DAU, DISWAYMALANG.IDKKN FEB UB kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program bertajuk Cerita dari Desa di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Program pengabdian masyarakat tersebut menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadirkan berbagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pra-program pada 23 Juni 2024 dan dilanjutkan pelaksanaan program utama pada 1–12 Juli 2024. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) mengembangkan lima program utama yang mengacu pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Fokus Menjawab Tantangan Desa

Desa Selorejo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, terutama komoditas jeruk dan kopi. Namun, desa ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi usaha, keselamatan infrastruktur, hingga pengelolaan sampah.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa FEB UB merancang program terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami melihat potensi Desa Selorejo sangat luar biasa, terutama di sektor komoditas pertanian seperti jeruk dan kopi. Namun potensi tersebut masih membutuhkan sentuhan modernisasi, baik dari sisi branding digital, inovasi pengolahan limbah, hingga aspek keselamatan infrastruktur," ujar perwakilan tim KKN FEB UB.

Lima Program Berbasis SDGs

Program pertama berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang, pola asuh anak, pembentukan Dokter Kecil, pelatihan pertolongan pertama, hingga kampanye detoks digital bagi anak-anak.

Pada sektor keselamatan transportasi, mahasiswa melakukan pemetaan wilayah, pengecatan zebra cross di depan Masjid Miftakhul Jannah, pembuatan zona aman antar-jemput di SDN 1 Selorejo, serta pemasangan rambu reflektif dan kaca cembung di titik rawan kecelakaan.

Di bidang ekonomi, mahasiswa mendorong digitalisasi UMKM melalui program Siap Go Digital, pengembangan produk olahan jeruk lokal Orangepreneur, pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi eco-briket, serta pelatihan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK.

Sementara itu, pada sektor pendidikan, mahasiswa menggelar gerakan literasi, English Fun Camp, edukasi anti-bullying, pelatihan manajemen emosi, hingga program menabung sejak dini melalui Celengan Impian.

Adapun pada bidang lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pembuatan komposter kering dan cair, menyediakan tempat sampah terpilah di ruang publik, serta memberikan pelatihan pembuatan totebag ecoprint berbahan tumbuhan lokal.

Dorong Kemandirian Masyarakat

Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan, Laila Masruro Primada SE MSEI, menegaskan program KKN dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

"Program KKN Cerita dari Desa ini dirancang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademis Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Selorejo. Kami ingin masyarakat memiliki kapasitas mandiri dalam mengelola potensi ekonomi maupun lingkungan mereka," ujarnya.

Mendapat Apresiasi Masyarakat

Berbagai program yang dijalankan mahasiswa mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Selorejo.

Warga menilai kehadiran mahasiswa membantu meningkatkan keselamatan jalan, memperkuat pengelolaan sampah, serta memberikan pengetahuan baru mengenai pengembangan UMKM dan literasi keuangan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN FEB UB diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pembangunan Desa Selorejo yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sumber:

Berita Terkait