2 tahun Disway Malang

Cuaca Kering dan Angin Kencang, Pemkot Malang Perketat Waspada ISPA di Sekolah

Cuaca Kering dan Angin Kencang, Pemkot Malang Perketat Waspada ISPA di Sekolah

Wali Kota Malang Saat Di wawancarai terkait dengan waspada ISPA dan Influenza--

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Kondisi cuaca kering, kemarau panjang dan angin kencang membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperkuat kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Terutama di lingkungan sekolah.

Pemkot Malang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui jajaran Puskesmas meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan siswa dan lingkungan pendidikan. Sekolah juga diminta memperkuat edukasi serta pencegahan penyakit saluran pernapasan.

BACA JUGA:Cuaca Gunung-Perairan Malang 27 September: Kawi-Butak Gerimis, Bromo-Semeru Cerah Berawan, Gelombang 3,3 Meter

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan kondisi cuaca saat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi karena dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk penyakit influenza.

“Untuk adanya influenza A atau ‘super flu’, Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa dengan kondisi saat ini, situasi cuaca tidak tentu, kering, kemarau panjang, angin keras, memang dimungkinkan terjadi salah satunya penyakit influenza,” kata Wahyu, Minggu (27/9/2026).

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Malang meminta Puskesmas memantau perkembangan kondisi kesehatan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum.

“Kami tetap memerintahkan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas-Puskesmasnya untuk terus memantau situasi dan kondisi yang ada di sekolah-sekolah terutama, dan juga di tempat-tempat umum,” ujarnya.

Kewaspadaan tersebut juga diperkuat dengan surat edaran Dinas Pendidikan Kota Malang tertanggal 25 September 2026 tentang “Waspada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lingkungan Satuan Pendidikan.”

BACA JUGA:Hari Bhakti Postel ke-81: Ketika Pos dan Telekomunikasi Masuk Era Digital

Melalui edaran tersebut, sekolah didorong meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa serta memberikan edukasi mengenai perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit saluran pernapasan.

Wahyu juga meminta siswa yang mulai mengalami gejala seperti demam, badan tidak enak atau gejala flu menggunakan masker. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko penularan kepada siswa maupun warga sekolah lainnya.

“Kami berharap terutama kepada siswa-siswi sekolah tetap menggunakan masker apabila merasa badannya mulai tidak enak, atau demam, atau merasa akan terkena flu,” katanya.

Selain memakai masker, siswa yang mengalami gejala sakit juga diminta beristirahat dan tidak memaksakan diri beraktivitas. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker tetap dianjurkan.

BACA JUGA:Hari Pariwisata Sedunia 27 September 2026: Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Dunia, Bagaimana Malang Raya?

Sumber: