Bidik Predikat Unggul, Program Profesi Akuntan FEB UB Dinilai Tim Asesor LAMEMBA
Pelaksanaan Asesmen Lapang oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk Program Profesi Akuntan (PPAk).-ist-FEB UB
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) tengah bersiap melangkah ke level yang lebih tinggi. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Asesmen Lapang oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) untuk Program Profesi Akuntan (PPAk).
Kegiatan krusial yang menentukan masa depan penjaminan mutu program studi tersebut berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2–3 Maret 2026, bertempat di Aula Gedung Utama FEB UB.
Bukan sekadar formalitas, agenda ini menjadi momen penting untuk memvalidasi kualitas akademik sekaligus menguji keandalan tata kelola yang diterapkan oleh PPAk FEB UB. Dalam pelaksanaan asesmen kali ini, LAMEMBA mengutus dua pakar sebagai tim asesor, yaitu Prof Dr Harry Suharman SE MA Ak. CSRS dari Universitas Padjadjaran dan Prof Rifqi Muhammad SE SH MSc PhD dari Universitas Islam Indonesia.
Komitmen Mutu dan Modal Kuat SDM Universitas Brawijaya
Saat membuka acara pada Senin (2/3/2026), Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Imam Santoso MP menegaskan bahwa UB tidak pernah main-main dalam urusan mutu. Komitmen tinggi ini dibuktikan dengan fakta bahwa mayoritas program studi di UB telah sukses mengantongi akreditasi Unggul di tingkat nasional. Bahkan beberapa di antaranya telah diakui secara internasional.
"Proses pendidikan di UB didukung tenaga pendidik yang sangat baik. Saat ini, lebih dari 50 persen dosen UB telah bergelar Doktor dan jumlah Profesor kami mencapai sekitar 260 orang," jelas Prof Imam dengan nada optimistis.
Lebih lanjut, ia memuji FEB UB sebagai salah satu fakultas dengan rapor terbaik dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Berbekal fasilitas modern dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, pihak rektorat sangat yakin capaian PPAk akan memuaskan.
"Kami memastikan learning outcome bagi lulusan berjalan dengan baik. Dengan tata kelola yang ada, saya yakin penilaian untuk PPAk ini akan sangat baik," tambahnya.
Bukan Menguji, namun Berkolaborasi
Memasuki sesi pengenalan, suasana cair mulai terbangun saat Prof Harry Suharman memberikan sambutan. Selaku asesor, ia meluruskan persepsi bahwa kedatangan timnya bukan untuk mencari kesalahan atau menguji layaknya sidang skripsi. Namun untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi langsung atas Dokumen Evaluasi Diri (DED) yang telah dikirimkan sebelumnya oleh universitas.
"Tujuan kami datang ke sini adalah mengklarifikasi apa yang sudah dievaluasi. Harapan kami dapat berkolaborasi sehingga kegiatan evaluasi dan penilaian ini berjalan dengan baik," tutur Prof Harry ramah.
Rangkaian agenda asesmen hari pertama dikemas dengan sangat padat namun terstruktur. Dimulai dari Sesi Klarifikasi DED yang melibatkan diskusi mendalam bersama tim akreditasi dan dosen terkait tata kelola program.
Setelah itu, tim asesor diajak melakukan Visiting untuk meninjau langsung berbagai fasilitas fisik pendukung proses belajar mengajar di lingkungan FEB UB.
Tidak ketinggalan, ada pula Wawancara Tertutup. Sesi ini mengundang mahasiswa, alumni, dosen, hingga para pengguna lulusan (user) demi memotret perspektif yang jujur dan objektif mengenai kualitas lulusan PPAk FEB UB di dunia kerja.
Menuju Pengakuan Nasional dan Global
Menginjak hari kedua, Selasa (3/3/2026), tim asesor memasuki tahap kerja mandiri untuk merumuskan dan menyusun laporan hasil asesmen yang nantinya diserahkan kepada dewan LAMEMBA. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup secara resmi melalui sesi umpan balik (feedback) bersama jajaran dekanat.
Rasa lega sekaligus harapan besar terpancar dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FEB UB Dr Nurul Badriyah SE ME. Ia berharap kerja keras seluruh civitas akademika selama proses panjang ini terbayar lunas.
"Semoga hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan bersama, yaitu predikat Unggul," pungkas Dr Nurul.
Bagi FEB UB, raihan predikat akreditasi tertinggi dari LAMEMBA ini nantinya bukan sekadar lambang prestise. Lebih dari itu, hasil memuaskan ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat yang kian memperkokoh posisi PPAk FEB UB sebagai lembaga pendidikan profesi akuntan yang sangat kompetitif, baik di kancah nasional maupun persaingan global.
Sumber:

