1 tahun disway

UB Perkuat Reputasi Global Lewat Program Kampung Lingkar Kampus Berbasis SDGs

UB Perkuat Reputasi Global Lewat Program Kampung Lingkar Kampus Berbasis SDGs

Sosialisasi Program Kampung Lingkar Kampus (KLK) berbasis SDGs di Gedung Rektorat UB menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi masyarakat sekaligus mendukung reputasi global kampus.--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan reputasi internasional melalui program Kampung Lingkar Kampus (KLK) yang terintegrasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Program tersebut dibahas dalam agenda “Sosialisasi Ketercapaian SDGs untuk Penguatan Program Kampung Lingkar Kampus (KLK)” yang digelar di Ruang Jamuan Gedung Rektorat Lantai 6 UB. Kegiatan ini melibatkan Person in Charge (PIC) fakultas bersama tiga kelurahan penyangga kampus, yakni Ketawanggede, Sumbersari, dan Penanggungan.

BACA JUGA:FAST UB Bahas Masa Depan Industri Susu Berkelanjutan Asia Tenggara lewat Visiting Lecture Internasional

Dikutip dari laman resmi UB, Rabu (13/5/2026), kegiatan tersebut bertujuan menyinergikan program pengabdian masyarakat agar selaras dengan indikator SDGs sekaligus mendukung pemeringkatan internasional universitas.

Sekretaris Universitas Brawijaya, Dr. Tri Wahyu Nugroho, menegaskan bahwa Program KLK kini tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian rutin, tetapi juga bagian penting dalam mendukung rekognisi global UB.


Sekretaris Universitas Brawijaya bersama para PIC fakultas dan perwakilan kelurahan saat sosialisasi Program Kampung Lingkar Kampus berbasis SDGs di Gedung Rektorat UB.--prasetya.ub.ac.id

“Diharapkan program KLK ini terintegrasi secara sistematis dengan poin-poin SDGs. Hal ini sangat krusial karena berpengaruh langsung pada pemeringkatan universitas di level internasional, sekaligus menguatkan keterhubungan yang berkelanjutan antara civitas akademika UB dengan masyarakat,” ujarnya.

Melalui integrasi tersebut, UB berharap proses validasi data untuk lembaga pemeringkatan dunia seperti Times Higher Education dapat berjalan lebih optimal. Penilaian tersebut berfokus pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap target pembangunan global.

Dalam sesi diskusi, para PIC fakultas memaparkan berbagai rencana kolaborasi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah Ketawanggede, Sumbersari, dan Penanggungan. Program yang disiapkan mencakup edukasi kesehatan, pendampingan UMKM, hingga inovasi pengelolaan lingkungan.

BACA JUGA:Buah Alpukat Ternyata Bisa Bantu Percepat Penyembuhan Luka, Dosen FKH UB Ungkap Potensinya

Selain itu, UB juga menekankan pentingnya tertib administrasi digital dalam setiap kegiatan KLK. Seluruh dokumentasi diwajibkan mencantumkan identitas universitas serta hashtag khusus SDGs agar kontribusi UB dapat terdata secara maksimal dalam sistem pemeringkatan internasional.

Melalui langkah ini, UB menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif mendorong kesejahteraan masyarakat berbasis standar global.

BACA JUGA:UB Kembali Buktikan Kampus Inklusif lewat Kelulusan Dua Teman Tuli

Sumber: prasetya.ub.ac.id