1 tahun disway

Empat Akademisi FK UB Raih Brawijaya Lifetime Achievement Awards di Dies Natalis ke-63 UB

Empat Akademisi FK UB Raih Brawijaya Lifetime Achievement Awards di Dies Natalis ke-63 UB

Gubernur Jatim Memberikan Penghargaan Kepada dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM., KPEC--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya (UB) memberikan Brawijaya Lifetime Achievement Awards kepada empat civitas akademika Fakultas Kedokteran (FK UB) dalam rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya, yang digelar di Gedung Samantha Krida, Senin (5/1).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, serta Wali Kota Malang, bersama jajaran pimpinan Universitas Brawijaya, sivitas akademika, dan tamu undangan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi berkelanjutan penerima dalam bidang kemanusiaan serta pengelolaan penelitian internasional, yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

BACA JUGA:Pakar UB: Intervensi AS dan Penangkapan Maduro Bisa Rusak Tatanan Hukum Dunia

Penerima Penghargaan

Kategori Humanitarian Excellence Achievement:

  • Dr dr Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat MKes MMR SpOT
  • Dr dr Ristiawan Muji Laksono Sp An-TI Subsp MN(K) FIPP
  • dr Aurick Yudha Nagara SpEM KPEC

Kategori Pengelola Dana Penelitian Internasional, dr. Holipah, PhD

Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-63 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen UB dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing lulusan.

BACA JUGA:Limbah Pertanian Jadi Pakan, Tim UB Perkuat Ketahanan Pakan Sapi Madura di Bangkalan

Menurutnya, capaian para penerima penghargaan mencerminkan nilai utama UB dalam mengedepankan keunggulan akademik, integritas, serta kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Dies Natalis ke-63 ini menjadi pengingat bahwa Universitas Brawijaya harus terus melahirkan insan akademik yang unggul secara keilmuan serta memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan pembangunan bangsa,” ujar Prof Widodo.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yasirli menegaskan bahwa dunia kerja saat ini menghadapi tantangan besar akibat pergeseran global dan perubahan kebutuhan industri.

BACA JUGA:LPH UB Melaju ke Level Global: Dari Unit Anggaran Kampus Menjadi LPH Utama Nasional dengan 85 Auditor

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Perguruan tinggi harus siap berbenah, mulai dari kurikulum hingga penguatan keterampilan lulusan agar relevan dengan kebutuhan industri. Kami berharap Universitas Brawijaya terus semakin unggul dan sukses dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing,” ujarnya.

Sumber: