1 tahun disway

7 Etika Table Manner yang Sering Keliru, Jangan Sampai Malu saat Jamuan Formal

7 Etika Table Manner yang Sering Keliru, Jangan Sampai Malu saat Jamuan Formal

Seni Etika di Meja Makan: Basic Table Manner yang Masih Jarang Diketahui--Fairuz Ainur

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Memahami table manner atau etika makan bukan sekadar soal kesopanan, tetapi juga mencerminkan profesionalisme, penghargaan kepada tuan rumah, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi sosial maupun bisnis.

Meski banyak orang telah mengenal aturan dasar penggunaan garpu dan pisau, masih ada sejumlah etika penting yang sering terlewat. Padahal, kesalahan kecil saat jamuan formal dapat meninggalkan kesan kurang baik.

Berikut beberapa aturan table manner yang perlu diketahui.

1. Serbet Tidak Diselipkan di Kerah Baju

Salah satu kesalahan yang masih sering ditemui adalah menyelipkan serbet di kerah baju.

Berdasarkan panduan The Etiquette Institute, serbet sebaiknya segera dibuka setelah tamu duduk, lalu diletakkan di atas pangkuan dalam lipatan sederhana. Fungsi utamanya adalah melindungi pakaian dari cipratan makanan sekaligus menjaga kebersihan tangan dan bibir selama makan.

Jika harus meninggalkan meja makan untuk sementara, serbet tidak diletakkan di atas meja. Sebaliknya, letakkan di kursi sebagai tanda bahwa Anda akan kembali melanjutkan jamuan.

2. Hidangan Selalu Dioper ke Arah Kanan

Dalam jamuan resmi, makanan, saus, atau bumbu yang akan dioper kepada tamu lain memiliki aturan tersendiri.

Mengacu pada panduan Emily Post Institute, seluruh hidangan sebaiknya dioper ke arah kanan atau searah jarum jam. Kebiasaan ini membuat alur pelayanan lebih rapi dan mengurangi risiko saling bertabrakan saat mengambil makanan.

3. Ingat Posisi Piring Roti dan Gelas Minum

Kesalahan mengambil roti milik tamu lain merupakan salah satu insiden yang paling sering terjadi dalam jamuan formal.

Cara mudah mengingatnya adalah:

  • Piring roti berada di sebelah kiri piring utama.
  • Gelas minuman berada di sebelah kanan.

Aturan sederhana ini berlaku hampir di seluruh jamuan internasional.

4. Menyantap Sup Ada Tekniknya

Makan sup ternyata juga memiliki etika khusus.

Sendok sebaiknya digerakkan dari bagian dalam mangkuk ke arah luar atau menjauhi tubuh. Cara ini membantu mencegah percikan kuah mengenai pakaian.

Saat menyuapkan sup, minumlah dari sisi sendok, bukan dari bagian depannya.

5. Jangan Mengangkat Mangkuk Sup

Meski kuah hampir habis, mangkuk sup tidak dianjurkan diangkat langsung ke mulut.

Apabila ingin menghabiskan sisa kuah, cukup miringkan mangkuk sedikit menjauh dari tubuh, kemudian ambil menggunakan sendok sesuai etika yang berlaku.

6. Posisi Alat Makan Menjadi Bahasa Nonverbal

Garpu, pisau, dan sendok ternyata menjadi isyarat bagi pramusaji.

Jika masih beristirahat saat makan, posisi alat makan berbeda dengan ketika selesai makan.

Setelah santapan selesai, garpu dan pisau diletakkan sejajar secara diagonal di atas piring, sekitar posisi angka 4 atau 5 pada ilustrasi jam. Posisi tersebut menjadi tanda bahwa piring sudah dapat diangkat oleh pelayan.

7. Table Manner Mencerminkan Profesionalisme

Etika makan bukan sekadar mengikuti tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi nonverbal.

Dalam jamuan bisnis, diplomasi, maupun acara resmi, kemampuan menerapkan table manner menunjukkan rasa hormat kepada tuan rumah sekaligus memperlihatkan kedewasaan sosial.

 

Karena itu, memahami aturan-aturan sederhana seperti penggunaan serbet, cara menyantap sup, hingga posisi alat makan dapat membantu seseorang tampil lebih percaya diri dalam berbagai kesempatan formal.

Sumber: etiquetteinstitute.com