1 tahun disway

13 Mei, Hari Koktail Sedunia, 9 Koktail Klasik Dunia yang Ikonik!

13 Mei, Hari Koktail Sedunia, 9 Koktail Klasik Dunia yang Ikonik!

Hari Koktail Sedunia - 9 Koktail Klasik di Dunia Yang Variatif -pinterest-

Whiskey Sour adalah perpaduan whiskey, jus lemon, dan simple syrup, sering kali ditambah putih telur untuk busa lembut di atasnya. Hasilnya? Minuman yang asam, manis, dan creamy dalam satu tegukan.

Cocok untuk yang ingin minuman dengan rasa kuat tapi tetap halus. Whiskey Sour termasuk aman untuk pemula karena meski ada whiskey, rasa asamnya menetralkan dominasi alkohol.

8. Daiquiri – Bukan Cuma Frozen Pink

Banyak orang mengira Daiquiri selalu beku dan berwarna pink. Padahal versi klasiknya hanya terdiri dari rum, jus lemon, dan gula cair. Ini minuman favorit Ernest Hemingway, yang sering meminta bartender menyesuaikan rasa agar lebih kering dan kuat.

Daiquiri klasik memberikan pengalaman yang jauh lebih sophisticated daripada versi blender. Ringan tapi tajam, dan sangat cocok dinikmati saat sore menjelang malam.

9. Manhattan – Saudaranya Martini yang Lebih “Hangat”

Jika Martini terlalu “dingin”, Manhattan adalah alternatif hangat dan ramah. Campuran rye whiskey atau bourbon, sweet vermouth, dan Angostura bitters ini disajikan dalam gelas martini dengan garnish ceri maraschino.

Rasanya kompleks dan hangat, cocok untuk malam tenang atau pertemuan santai dengan rekan bisnis. Manhattan mengajak menikmati koktail secara perlahan dan penuh penghargaan terhadap bahan-bahannya.

Bersulang dengan Warisan Budaya Dunia!

Menikmati koktail bukan sekadar soal minum-minum. Di balik setiap gelas, ada kisah budaya, sejarah, dan eksperimen rasa yang mengagumkan. Dari bar mewah di New York hingga pojok jalanan di Havana, sembilan koktail klasik di atas telah melintasi zaman dan benua.

Tapi ingat, nikmati dengan bijak. Karena koktail terbaik bukan yang bikin pusing, tapi yang bisa ingat dan ceritakan kembali dalam kadar yang normal.

Sumber: the kitchn