Lebih dari Sekadar Kata, Inilah Makna Mendalam di Balik Hari Carpe Diem
26 Februari diperingati sebagai hari Carpe Diem atau 'Petiklah Hari'--iStock
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pernahkah merasa waktu berlalu begitu cepat sementara banyak rencana yang hanya berakhir di dalam daftar keinginan? Nah, tanggal 26 Februari hadir sebagai pengingat global melalui Hari Carpe Diem (Carpe Diem Day).
Istilah yang diambil dari bahasa Latin ini secara harfiah berarti "Petiklah Hari", sebuah ajakan untuk fokus pada momen sekarang dan berhenti mencemaskan masa depan secara berlebihan.
Sejarah istilah Carpe Diem sendiri sebenarnya sudah sangat tua, pertama kali muncul dalam karya penyair Romawi terkenal, Horace, dalam buku Odes yang ditulis lebih dari 2.000 tahun lalu.
Namun, peringatan khusus pada tanggal 26 Februari ini menjadi semakin populer di era modern sebagai gerakan untuk menghargai hidup. Tanggal ini dipilih bukan tanpa alasan.
Berada di penghujung Februari, momen ini dianggap waktu yang tepat untuk mengevaluasi resolusi tahun baru yang mungkin mulai kendor, serta menjadi penyemangat sebelum memasuki bulan Maret.
Hari Carpe Diem bukan tentang menjadi ceroboh atau mengabaikan masa depan. Sebaliknya, ini adalah filosofi tentang kesadaran penuh (mindfulness). Peringatan ini mengajak semua orang untuk tidak membiarkan peluang emas lewat begitu saja hanya karena rasa takut atau kebiasaan menunda-nunda.
BACA JUGA:Ramadan 1447 H, Takmir Masjid Al Ihsan Berbagi Takjil dan Gelar Buka Bersama warga sekitar
Hal-Hal yang Identik dengan Semangat Carpe Diem
1. Simbol Bunga Mawar
Mengapa mawar? Ini merujuk pada puisi Robert Herrick yang sangat terkenal, Gather ye rosebuds while ye may. Mawar melambangkan keindahan yang ada saat ini, namun bisa layu besok. Memetik mawar adalah metafora paling ikonik dari Carpe Diem.
2. Jam Pasir (Hourglass)
Jam pasir adalah simbol visual yang mengingatkan bahwa waktu terus mengalir dan tidak bisa diputar kembali. Dalam komunitas penikmat filosofi ini, jam pasir bukan dianggap sebagai hal yang menakutkan, melainkan pengingat untuk mengisi setiap butir pasir yang jatuh dengan makna.
3. Filosofi Memento Mori
Carpe Diem sering dianggap sebagai "saudara" dari Memento Mori (Ingatlah bahwa kamu akan mati). Bukannya menjadi suram, pemikiran ini justru menjadi bahan bakar bagi banyak orang untuk tidak menyia-nyiakan hidup pada hal-hal yang tidak penting.
Sumber: berbagai sumber
