Jejak Global UM Lewat Batik dan Sains: Podesaba di Malaysia Jadi Model Edukasi Inklusif Berbasis Budaya

Selasa 11-11-2025,05:58 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

KUALA LUMPUR, DISWAYMALANG.ID–Dua bulan setelah pelaksanaan Program Demonstrasi Sains Batik (PODESABA) di Malaysia, dampak kegiatan yang digagas Universitas Negeri Malang (UM) masih terasa hingga kini. Program yang digelar di Sanggar Muhammadiyah Kampung Baru, Kuala Lumpur, pada Agustus 2025 tersebut menjadi tonggak penting diplomasi pendidikan Indonesia di kancah internasional.

Melalui kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UM, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia, kegiatan ini berhasil mempertemukan sains dan seni budaya dalam satu wadah edukatif lintasnegara.

Dipimpin oleh Prof Dr Sc Anugrah Ricky Wijaya SSi MSc, tim UM menghadirkan pendekatan pembelajaran kontekstual melalui seni batik. Anak-anak Indonesia di Malaysia diajak mengenal konsep ilmiah dari eksperimen seperti “Where is the Vitamin C?”, pemisahan sederhana, hingga pelatihan batik ecoprint dan batik jumput.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sains bisa hadir dengan cara yang membumi, menyenangkan, dan tetap membawa identitas budaya Indonesia,” ujar Prof Anugrah Ricky dikutip Senin (10/11).

Pendekatan itu terbukti efektif. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme dan pemahaman sains yang meningkat. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali melihat bagaimana prinsip kimia dan fisika dapat diaplikasikan dalam proses membatik.

Selain memperkuat literasi sains, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan identitas dan kebanggaan budaya bagi anak-anak diaspora Indonesia. Dengan demikian, Podesaba bukan sekadar pengabdian masyarakat luar negeri, tetapi juga upaya membangun jembatan pengetahuan dan nasionalisme di ranah global.

Pasca kegiatan, tim UM telah menghasilkan sejumlah luaran ilmiah, di antaranya artikel pengabdian yang akan diterbitkan di Jurnal Pendidikan Kimia (Sinta 3), laporan resmi, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) buku saku Batik Ecoprint, serta poster edukatif.

Kegiatan ini juga memperkuat kontribusi UM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas (Tujuan 4) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Tujuan 17).

Tags :
Kategori :

Terkait