Hari Ubur-Ubur Dunia 3 November: Mengapresiasi Makhluk Laut yang Menakjubkan

Senin 03-11-2025,08:22 WIB
Reporter : Elsa Amalia Kartika Putri
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pada tanggal 3 November setiap tahunnya, dunia memperingati World Jellyfish Day. Sebuah hari pengakuan dan apresiasi terhadap makhluk laut yang unik yakni ubur-ubur. Hari ini bukan sekadar perayaan. Tetapi panggilan untuk memahami lebih dalam peran mereka dalam ekosistem laut dan tantangan besar yang mereka hadapi. 

Meskipun masih sulit ditelusuri secara pasti siapa yang kali pertama menetapkan tanggal ini. Sumber-sumber menyebut bahwa World Jellyfish Day telah diamati sejak sekitar tahun 2014. 

Ubur-ubur adalah makhluk laut purba yang telah hidup selama lebih dari 500 juta tahun, jauh sebelum munculnya dinosaurus. 

Hari ini bertujuan untuk mengubah persepsi umum bahwa ubur-ubur hanyalah 'bahan tertawa' atau 'gangguan pantai'. Dengan menunjukkan bahwa mereka memiliki fungsi penting sebagai bagian dari jaring makanan laut, indikator kondisi ekosistem laut, dan objek riset ilmiah yang menjanjikan. 

BACA JUGA: Integrasi One Health: Peran Sentral Dokter Hewan sebagai Garda Depan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan

Fakta Menarik dan Peran Ekologis

Ubur-ubur terdiri dari sekitar 95% air dan tidak memiliki tulang belakang, otak atau jantung seperti vertebrata lainnya. 

Mereka mampu hidup dengan siklus hidup yang unik. Ada spesies ubur-ubur yang dapat mengalami 'regenerasi' kembali ke tahap polip setelah dewasa. Tahap tersebut adalah salah satu fenomena biologis paling menarik. 

Dalam ekosistem laut, ubur-ubur berfungsi sebagai predator plankton. Selain itu juga sebagai mangsa bagi spesies yang lebih besar seperti penyu laut dan beberapa ikan besar. Hal tersebut menjadikan mereka komponen penting dalam keseimbangan hayati laut. 

Di tengah perubahan iklim dan kenaikan suhu laut, sebagian spesies ubur-ubur justru menunjukkan peningkatan populasi. Hal yang bisa memberi sinyal perubahan dalam ekosistem laut. 

BACA JUGA: Momen Hari Hewan, Kenali Fakta Menarik Burung Hantu: Lebih dari Sekadar Simbol Horor

Meski resilien, ubur-ubur dan habitatnya tetap menghadapi ancaman nyata seperti polusi plastik, kerusakan habitat laut, dan tekanan dari aktivitas manusia. 

Pada hari ini, edukasi publik menjadi kunci. Seperti halnya kunjungan ke akuarium, kampanye media sosial #WorldJellyfishDay, hingga kegiatan bersih pantai. 

Misalnya, di Inggris, SEA LIFE London Aquarium memanfaatkan hari ini untuk mengoreksi mitos tentang ubur-ubur. Seperti larangan untuk “pipis pada bekas sengatan ubur-ubur” yang ternyata terbukti keliru. 

BACA JUGA: Menggali Arti dan Sejarah Hari Hewan Sedunia: Menjaga Kehidupan dan Bumi Bersama

Kategori :