Cinta di era Gen Z bukan lagi tentang seberapa megah seseorang menunjukkan rasa sayangnya, melainkan seberapa tulus ia hadir dalam keseharian.
Lewat micro-mance, generasi ini mengajarkan bahwa cinta tidak harus berisik, mahal, atau dramatis.
Cinta bisa sesederhana mengingatkan makan, mengirim lagu kesukaan, atau memberi dukungan tanpa diminta.
Dalam dunia yang semakin cepat dan digital, perhatian kecil seperti itu justru menjadi bentuk romantisme paling manusiawi.