JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal II tahun 2025. Capaian ini diklaim sebagai sinyal kekuatan ekonomi nasional yang solid dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan G20 dan ASEAN.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, pada Selasa 5 Agustus 2025.
"Alhamdulillah kita kembali ke jalur 5 persen. Indonesia hanya di bawah China yang 5,2 persen. Negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea pertumbuhannya lebih rendah," kata Airlangga.
BACA JUGA:Pemerintah Wacanakan Tutup Seluruh TPA, Sampah Harus Dikelola Mandiri
Indikator Pertumbuhan: Konsumsi, Investasi, dan Transaksi Digital Naik
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi pada periode ini ditopang oleh sejumlah indikator penting yang menunjukkan peningkatan aktivitas domestik, antara lain:
BACA JUGA:FTP UB Luncurkan Britech Store untuk Cetak Pengusaha Pertanian Berbasis Digital
Tak hanya itu, sektor pariwisata domestik juga meningkat. Pemerintah mencatat lonjakan jumlah perjalanan wisata dalam negeri sebesar 22,32 persen selama masa liburan nasional, yang turut menyumbang pergerakan ekonomi di berbagai sektor.
“Pemerintah juga akan melanjutkan stimulus di sektor transportasi untuk libur Natal dan Tahun Baru mendatang,” tambah Airlangga. (*)