9 Negara dengan Upah Minimum Terendah, Indonesia Salah Satunya?

Sabtu 03-05-2025,19:42 WIB
Reporter : Tazqia Aulia Zalzabillah
Editor : Agung Pamujo

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Upah minimum menjadi penyangga penting dalam struktur ketenagakerjaan sebuah negara. Ia hadir sebagai bentuk perlindungan agar para pekerja tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. 

Namun, standar ini ternyata sangat beragam di seluruh dunia—tergantung pada stabilitas ekonomi, biaya hidup, produktivitas tenaga kerja, hingga kebijakan pemerintah masing-masing.

Negara-negara maju biasanya menetapkan upah minimum yang tinggi, sejalan dengan kebutuhan hidup yang juga besar. 

Sementara itu, negara berkembang cenderung menjaga upah tetap rendah demi mempertahankan daya saing industri dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. 

Namun, di balik strategi ini, sering kali muncul pertanyaan besar: cukupkah upah tersebut untuk hidup layak?

Data terbaru dari Velocity Global yang dikutip oleh GoodStats menyajikan daftar negara dengan tingkat upah minimum terendah di dunia tahun 2025. 

Nigeria menduduki peringkat pertama, di mana seorang pekerja hanya menerima sekitar US$42 per bulan. Angka ini mencerminkan tantangan ekonomi yang berat, dari pengangguran tinggi hingga lemahnya sistem jaminan sosial.

Di posisi kedua ada India, yang meski dikenal sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia, nyatanya hanya menetapkan upah minimum sekitar US$64 per bulan. Ketimpangan kesejahteraan dan dominasi sektor informal jadi dua tantangan besar yang dihadapi negara dengan populasi lebih dari satu miliar ini.

Lalu, ada Uzbekistan dan Vietnam, dengan masing-masing US$90 dan US$93 per bulan. Kedua negara ini tengah menata ulang perekonomian mereka, berusaha menarik investor asing sambil tetap menekan biaya produksi.

Berikutnya, Pakistan dan Indonesia turut masuk dalam daftar, dengan upah minimum bulanan sebesar US$115 dan US$128. Di Indonesia, isu kenaikan upah selalu menjadi perdebatan hangat antara pelaku industri dan kelompok buruh, terutama dalam konteks menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Naik sedikit, Kazakhstan mencatatkan angka US$170 per bulan, sebagai cerminan pergeseran ekonomi dari sektor sumber daya alam menuju industri dan jasa.

Di urutan terakhir, ada Ukraina dan Armenia yang menetapkan upah minimum sebesar US$193 per bulan. Kedua negara ini tengah berjuang menghadapi krisis geopolitik dan tekanan ekonomi, namun tetap berusaha menjaga stabilitas sosial melalui kebijakan pengupahan yang realistis.

Dari data ini, terlihat jelas bahwa masih banyak pekerja di dunia yang harus bertahan dengan penghasilan jauh dari kata cukup. 

Tantangannya bukan hanya soal angka, tapi juga bagaimana negara-negara ini menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan tenaga kerja. (*)

Kategori :