2 Mei, Hari Pendidikan Nasional : Belajar Dari Pedoman Ki Hajar Dewantara, Keteladanan Pendidikan!

Jumat 02-05-2025,05:46 WIB
Reporter : Immanuela Regina
Editor : Agung Pamujo

2.Polisi yang bersikap ramah memberi pelajaran tentang keadilan yang humanis

3.Tokoh agama yang tidak menghakimi memberi nilai toleransi dan kasih

7. Ing Madya Mangun Karso: Membangun Semangat Bersama

Filosofi kedua ini menekankan peran pendidik saat berada “di tengah” murid-muridnya. Di sini, guru tidak berada di atas menara gading, tetapi menjadi bagian dari perjuangan belajar. Membangkitkan semangat belajar bukan berarti memberi tugas banyak, tapi menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan penuh kepercayaan.

Saat guru menyemangati, mengenal cita cita para muridnya tanpa digeneralisir dan diberikan support dalam verbal / non verbal, memberi ruang bertanya tanpa takut disalahkan—di situlah pendidikan yang sejati tumbuh.

8. Tut Wuri Handayani: Memberi Dorongan, Bukan Paksaan

Filosofi terakhir menegaskan bahwa murid harus diberi ruang untuk tumbuh, memilih, dan mencari jalan sendiri. Tugas pendidik adalah mendampingi dan mendorong, bukan menyeret paksa. Memberi anak kebebasan bertanggung jawab akan membentuk pribadi yang mandiri dan percaya diri sesuai ketertarikannya.

Dalam konteks pendidikan masa kini, ini bisa berarti:

1.Memilih pendekatan project-based learning, tidak hanya terpaku pada teori

2.Mengizinkan murid memilih topik projek / karya sesuai minat asal masih terarah

3.Memberi ruang eksplorasi, bukan hanya menuntut hasil

9. Tantangan Menghidupkan Trilogi di Era Serba Cepat

Di era teknologi, pendidikan menghadapi tantangan baru: distraksi digital, budaya instan, dan krisis panutan. Anak-anak sekarang lebih banyak meniru selebgram ketimbang guru. Mereka lebih kenal tokoh fiksi daripada pahlawan pendidikan.

Namun justru karena itu, trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara makin relevan. Di tengah arus informasi yang liar, teladan yang nyata lebih penting dari sebelumnya. Ketika semangat gotong royong makin pudar, kehadiran pendidik yang menggerakkan di tengah jadi penyelamat. Dan di saat anak-anak tertekan oleh sistem yang kompetitif, pendidik yang memberi dorongan tanpa menghakimi menambah beban.

Pendidikan Bukan Warisan, Tapi Jalan Hidup!

Ki Hajar Dewantara tidak hanya membangun sekolah. Ia membangun cara pandang.

Kategori :