Promo Gencar dan Praktis, Makanan Cepat Saji Masih Jadi Primadona Makan Siang

Sabtu 19-04-2025,05:46 WIB
Reporter : Tazqia Aulia Zalzabillah
Editor : Agung Pamujo

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Meski tren hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat kian ramai dibahas di media sosial, nyatanya makanan cepat saji tetap jadi pilihan utama masyarakat urban. Terutama, saat jam makan siang. 

Kepraktisan dan kemudahan akses membuat makanan jenis ini sulit tergantikan.

Menurut survei dari Jakpat yang dilansir oleh GoodStats, mayoritas orang memilih memesan makanan lewat aplikasi karena tergiur promo atau diskon (lebih dari 50 persen) dan malas keluar rumah.

Keuntungan lain seperti tidak perlu mengantre (48 persen) dan lebih banyak pilihan menu (34 persen) turut memperkuat daya tarik layanan pesan-antar makanan cepat saji.

Padahal, banyak dari makanan tersebut termasuk dalam kategori ultra-processed food atau makanan ultra-olahan, yang diperkenalkan oleh ahli gizi asal Brasil, Carlos A. Monteiro pada 2009. 

Makanan ini umumnya dibuat dengan tambahan bahan kimia seperti pengawet, pewarna, dan penambah rasa yang tidak digunakan dalam masakan rumahan.

Meski praktis, konsumsi makanan ultra-olahan secara berlebihan telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung, sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Public Health Nutrition (Monteiro et al., 2011).

Tren ini menunjukkan bahwa meskipun kesadaran akan makanan sehat meningkat, gaya hidup cepat dan promosi gencar dari industri makanan masih menjadi faktor kuat dalam keputusan konsumen, terutama di kalangan pekerja dan pelajar di kota-kota besar.

Berikut parafrase dengan angle berbeda dan lebih menarik, mengangkat sisi pencegahan dan solusi:

Saatnya Bijak Pilih Makanan Demi Kesehatan Jangka Panjang

Di balik rasa gurih dan kemasan menarik, makanan ultra-olahan menyimpan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. 

Meski digemari karena kepraktisan dan rasa yang menggugah selera, jenis makanan ini ternyata bisa menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan, seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, dan minuman manis, dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga kanker. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bahan tambahan seperti gula, garam, lemak, pengawet, dan pewarna buatan yang memaksa organ tubuh bekerja ekstra keras untuk mencernanya.

BACA JUGA:19 April, Hari Liver Dunia, Mahasiswa, Perhatikan Ini Sebelum Hati Merengek di Masa Depan!

Melihat tren tingginya konsumsi makanan instan, edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat jadi semakin mendesak. 

Kategori :