5. Kecamatan Lowokwaru
Lowokwaru diprakirakan berawan dengan suhu udara 20–29 derajat Celsius. Kelembapan berada pada kisaran 58–98 persen.
Di Kelurahan Tasikmadu, kecepatan angin tercatat 2,8 km/jam pada pembaruan pukul 00.40 WIB. Angin berasal dari barat daya.
Kelembapan Tinggi Bisa Membuat Tubuh Lebih Gerah
Selain suhu, kelembapan udara menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan tubuh.
BMKG memperkirakan kelembapan di Kota Malang mencapai 56–98 persen. Angka tersebut menunjukkan kandungan uap air di udara relatif tinggi. Terutama pada waktu-waktu tertentu.
Kelembapan normal 40–50 persen. Kelembapan tinggi membuat keringat lebih sulit menguap dari permukaan kulit. Padahal, penguapan keringat merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk melepaskan panas.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih gerah meskipun suhu udara tidak terlalu tinggi. Kondisi ini juga bisa membuat aktivitas fisik terasa lebih melelahkan.
Sebaliknya, kelembapan yang lebih rendah umumnya membuat penguapan keringat berlangsung lebih cepat. Tubuh pun lebih mudah melepaskan panas.
Namun, kelembapan tinggi tidak otomatis berarti hujan akan turun. Potensi hujan tetap dipengaruhi kondisi atmosfer dan pembentukan awan hujan.
Kecepatan Angin Ringan hingga Sedang
Kecepatan angin juga memengaruhi kondisi udara di lingkungan sekitar. Angin membantu menggerakkan udara dan mempercepat penguapan keringat dari kulit.
Untuk memudahkan pembaca, pengelompokan kecepatan angin dalam artikel ini menggunakan kategori berikut:
- Di bawah 10 km/jam: angin ringan.
- 10–30 km/jam: angin sedang.
Angin ringan umumnya hanya memberikan embusan lembut. Sementara itu, angin sedang mulai terasa lebih kuat ketika mengenai tubuh dan pepohonan. Meski demikian, pengaruh angin terhadap kenyamanan tubuh juga bergantung pada suhu dan kelembapan udara.
Warga Kota Malang disarankan tetap menjaga kecukupan cairan tubuh. Gunakan pakaian yang nyaman dan sesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca.
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat perlu memantau pembaruan informasi resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas penting.