CEO CooSAE Ajak Anak Muda Batu Bangun Ekosistem Pertanian dan UMKM

Selasa 03-11-2026,13:17 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

Untuk menjembatani petani dengan pasar, Hardi bersama rekan-rekannya mendirikan Koperasi Smart Agriculture Ecosystem atau CooSAE. Koperasi ini berperan sebagai agregator sekaligus offtaker bagi petani dan anggotanya.

CooSAE menerapkan konsep koperasi modern multihak. Model tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan pemasaran yang kerap dihadapi petani.

Petani sering kali mampu menghasilkan produk berkualitas. Namun, mereka belum tentu memiliki akses ke pasar yang sesuai. Kehadiran koperasi diharapkan membantu menghubungkan produksi dengan kebutuhan pasar.

BACA JUGA:Dari Hidroponik hingga Pasar Modern, CooSAE Kota Batu Siap Adopsi Model Jateng

Perluas Akses Pasar dan Tingkatkan Kualitas Produk

Peran CooSAE tidak hanya terbatas di tingkat desa. Koperasi ini juga berupaya memperluas jangkauan hingga tingkat kota.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, standardisasi, dan sertifikasi produk. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.

Hardi optimistis ekosistem pertanian dan bisnis kreatif di Kota Batu dapat berkembang lebih kuat. Dukungan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, serta lembaga ekonomi kreatif seperti Dekraf dinilai penting untuk memperluas kolaborasi.

Ia berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam pengembangan potensi lokal. Dengan begitu, pertanian, UMKM, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh bersama serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Batu.

Kategori :