Kuman penyebab diare dapat menyebar melalui makanan atau air yang tercemar tinja, tangan yang tidak bersih, serta peralatan makan yang terkontaminasi. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.
Mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi air yang aman, dan memastikan makanan diolah serta disimpan secara higienis dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Cara Mengatasi Muntaber
- Segera ganti cairan dengan oralit
Langkah terpenting adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang melalui muntah dan diare. Oralit menjadi pilihan utama untuk membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi ringan hingga sedang.
BACA JUGA: Jangan Cuci Muka Pakai Sabun Mandi Batang, Ini Risiko yang Perlu Diketahui
Larutkan oralit sesuai petunjuk pada kemasan. Berikan sedikit demi sedikit tetapi sering, terutama jika penderita masih merasa mual. Jika muntah, coba kembali dengan tegukan kecil setelah jeda singkat.
Jika penderita tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera cari pertolongan medis. Kondisi tersebut mungkin memerlukan pemberian cairan melalui infus.
- Tetap makan sesuai kemampuan
Ketika mual mulai mereda, penderita dapat makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Pilih makanan yang mudah diterima tubuh, seperti bubur, nasi, sup, atau pisang.
Tidak perlu memaksakan makanan tertentu. Hindari sementara makanan yang terlalu berlemak atau pedas jika memperburuk gejala. Bayi yang masih menyusu sebaiknya tetap mendapatkan ASI.
- Istirahat yang cukup
Kurangi aktivitas berat selama gejala masih berlangsung. Istirahat membantu penderita memulihkan kondisi tubuh.
Meski demikian, istirahat perlu disertai asupan cairan yang memadai. Pantau frekuensi buang air kecil, kondisi kesadaran, dan kemampuan penderita untuk minum.
- Gunakan obat sesuai anjuran tenaga medis
Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik atau obat penghenti diare. Antibiotik tidak diperlukan untuk semua kasus muntaber dan hanya digunakan pada kondisi tertentu sesuai penilaian medis.
BACA JUGA:Kebanyakan Makan Mangga Bisa Picu Diare? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Obat antimual atau obat lain juga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan penyebab penyakit. Pada anak-anak, hindari memberikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Kapan Penderita Muntaber Harus Dibawa ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan jika penderita mengalami tanda-tanda berikut:
- Tidak mampu minum atau terus memuntahkan cairan yang masuk.
- Buang air kecil jauh lebih sedikit daripada biasanya atau hampir tidak mengeluarkan urine.
- Sangat lemas, pusing berat, mengantuk tidak seperti biasanya, atau mengalami penurunan kesadaran.
- Mengalami diare berdarah atau muntah darah.
- Mengalami nyeri perut hebat atau demam tinggi.
- Gejala terus berlangsung atau semakin memburuk.