DINOYO, DISWAYMALANG.ID — Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) membekali 78 mahasiswa kedokteran dengan pemahaman kesehatan kerja dan keselamatan tenaga kerja di sektor industri. Wujudnya, melalui Seminar Blok Kesehatan Masyarakat yang diselenggarakan di Ruang Seminar Syekh Yusuf Al-Makassari, Lantai 3 Gedung Al-Asy’ari FK Unisma, Sabtu (24/10/2026).
Seminar tersebut membahas kesehatan kerja di industri berisiko tinggi serta sektor manufaktur dan industri makanan. Materi diberikan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai penerapan kesehatan kerja dan keselamatan tenaga kerja di lingkungan profesional.
Wakil Dekan I FK Unisma dr. Dini Sri Damayanti mengatakan pemahaman mengenai kesehatan masyarakat dan keselamatan kerja penting bagi mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga medis profesional.
“Penting bagi mahasiswa memiliki pemahaman kesehatan masyarakat dan juga keselamatan kerja,” kata Dini, saat memberikan sambutan.
BACA JUGA:Kemarau Picu Risiko Kebakaran, Muhammadiyah Kota Malang Gelar Salat Istisqa
Seminar menghadirkan dua narasumber dengan materi berbeda. Materi Occupational Health in High Risk Industry disampaikan dr. Rony Catur Wibowo, secara daring. Pembahasan meliputi penerapan kesehatan kerja, manajemen risiko, serta perlindungan tenaga kerja di industri berisiko tinggi.
Sementara itu, dr. Hari Subagyo membahas kesehatan kerja di sektor manufaktur dan industri makanan, termasuk tantangan spesifik serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
BACA JUGA:Jadwal Race Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Start Terdepan, Balapan Minggu Pukul 07.00 WIB
Diskusi dipandu dr. Dewi Martha Indria, yang bertindak sebagai moderator.
Pada sesi panel bertajuk The Future of Occupational Health, mahasiswa dan narasumber mendiskusikan tren serta tantangan kesehatan kerja pada masa mendatang. Pembahasan juga mencakup peran inovasi medis dalam mendukung kesehatan pekerja di berbagai sektor industri.
Melalui seminar ini, FK Unisma berupaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai kesehatan kerja sebagai bagian dari kesehatan masyarakat. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi calon dokter dalam mengenali risiko kesehatan di lingkungan kerja dan mendukung upaya perlindungan kesehatan pekerja.