Partisipasi di Liga Champions dapat meningkatkan perhatian publik, membuka peluang kerja sama komersial, dan memperluas basis penggemar. Namun, klub juga harus menghadapi tuntutan lebih tinggi terkait kualitas skuad, infrastruktur, gaji pemain, dan biaya operasional.
Dalam wawancara yang diberitakan pada Juli 2026, Mirwan membahas tantangan regulasi finansial sepak bola Eropa. Ia menyampaikan bahwa Como berupaya menuju titik impas dan mengurangi ketergantungan pada tambahan modal pemilik.
Target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan meningkatkan belanja. Klub perlu mengembangkan pendapatan dari berbagai sumber, termasuk kegiatan komersial di luar pertandingan.
Como memiliki keunggulan dari lokasi klub di kota yang dikenal dengan Danau Como dan sektor pariwisatanya. Daya tarik tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun identitas merek, menarik mitra, dan memperluas pengalaman penggemar.
Meski demikian, potensi komersial harus dikembangkan sesuai karakter klub dan kondisi pasar. Pendapatan yang tumbuh secara sehat akan membantu klub menjaga keseimbangan antara ambisi olahraga dan kemampuan finansial.
Kemenangan atas Manchester United Bukan Akhir Perjalanan
Kemenangan 4-1 atas Manchester United menunjukkan bahwa Como mampu bersaing dalam pertandingan besar. Namun, satu hasil tidak otomatis menjamin keberhasilan dalam jangka panjang.
Klub tetap perlu menjaga konsistensi performa, memperkuat kedalaman skuad, mengembangkan pemain muda, dan mengendalikan pengeluaran.
Perjalanan Como dari kasta bawah menuju panggung Liga Champions memperlihatkan pentingnya perencanaan yang berkelanjutan. Modal besar memang dapat mempercepat pembangunan, tetapi hasilnya bergantung pada cara sumber daya tersebut dikelola.
Strategi Mirwan Suwarso menempatkan prestasi olahraga dan kesehatan bisnis sebagai dua hal yang harus berjalan bersama. Dengan analisis data, pembinaan akademi, kerja sama dengan pelatih, serta pengelolaan keuangan yang disiplin, Como berupaya mempertahankan perkembangan klub tanpa hanya bergantung pada belanja pemain.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa keberhasilan di Liga Champions dapat menjadi pijakan untuk pertumbuhan yang konsisten, bukan sekadar pencapaian sesaat.