Hari Statistik Dunia: Membaca Potret Malang Raya dari Data Penduduk hingga Ekonomi

Selasa 20-10-2026,08:51 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Angka statistik bukan sekadar deretan tabel dalam laporan pemerintah. Data yang akurat dapat membantu masyarakat memahami persoalan di sekitarnya, mulai dari kebutuhan pendidikan dan lapangan kerja hingga kemiskinan serta perkembangan ekonomi.

Momentum 20 Oktober menjadi pengingat tentang pentingnya statistik dalam perencanaan pembangunan. Meski demikian, Hari Statistik Dunia yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak diperingati setiap tahun. Namun,  setiap lima tahun sekali. Peringatan terakhir berlangsung pada 20 Oktober 2025.

Di Malang Raya, data statistik dapat digunakan untuk membaca kondisi tiga wilayah dengan karakteristik berbeda, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Informasi kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan ekonomi dari masing-masing daerah membantu menjelaskan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi pembangunan.

Sejarah Hari Statistik Dunia Berawal pada 2010

Gagasan Hari Statistik Dunia muncul dalam sidang ke-41 Komisi Statistik PBB pada Februari 2010. Komisi tersebut mengusulkan 20 Oktober 2010 sebagai momentum untuk mengapresiasi peran statistik resmi dalam membantu pemerintah mengambil keputusan dan mengukur kemajuan pembangunan.

Majelis Umum PBB kemudian menetapkan 20 Oktober 2010 sebagai Hari Statistik Dunia melalui Resolusi 64/267 pada 3 Juni 2010. Peringatan pertama mengusung tema Celebrating the Many Achievements of Official Statistics, yang menyoroti berbagai capaian statistik resmi.

Pada 2015, melalui Resolusi 69/282, Majelis Umum PBB menetapkan Hari Statistik Dunia diperingati setiap lima tahun pada 20 Oktober. Sejak itu, peringatan berlangsung pada 2015, 2020, dan 2025.

Tema Hari Statistik Dunia 2025 Menekankan Data Berkualitas

Peringatan Hari Statistik Dunia 2025 mengusung tema Driving Change with Quality Statistics and Data for Everyone. Tema tersebut menekankan pentingnya statistik berkualitas dan akses terhadap data bagi semua orang.

Data yang dapat dipercaya dibutuhkan untuk mendukung kebijakan publik, perencanaan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Statistik juga membantu masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah memahami perubahan serta menentukan langkah berdasarkan informasi yang terukur.

Pada 2026, tidak ada peringatan resmi Hari Statistik Dunia dalam siklus lima tahunan PBB. Peringatan berikutnya dijadwalkan pada 20 Oktober 2030. Meski begitu, pentingnya statistik tetap relevan untuk melihat perkembangan daerah dan mengevaluasi kebijakan sepanjang tahun.

Data Penduduk Membantu Membaca Kebutuhan Warga

Salah satu indikator penting dalam pembangunan adalah jumlah dan komposisi penduduk. Data tersebut berkaitan dengan kebutuhan sekolah, fasilitas kesehatan, perumahan, transportasi, hingga lapangan pekerjaan.

Informasi penduduk menurut kelompok umur, jenis kelamin, dan wilayah dapat membantu pemerintah memperkirakan kebutuhan layanan publik. Wilayah dengan jumlah anak usia sekolah yang besar, misalnya, memiliki kebutuhan pendidikan yang berbeda dibandingkan wilayah dengan proporsi penduduk lanjut usia yang tinggi.

Bagi Malang Raya, data kependudukan perlu dibaca sesuai karakteristik setiap daerah. Kota Malang memiliki dinamika perkotaan, pendidikan, dan aktivitas jasa. Kabupaten Malang memiliki wilayah luas dengan kondisi sosial dan ekonomi yang beragam, sedangkan Kota Batu dikenal dengan aktivitas pariwisata dan usaha pendukungnya.

Kategori :