MALANG, DISWAYMALANG.ID – Seberapa bahagia Anda menjalani hidup saat ini? Apakah pekerjaan, penghasilan, keluarga, kesehatan, dan pencapaian yang diraih sudah membuat hidup terasa bermakna? Pertanyaan tersebut relevan untuk direnungkan pada Hari Evaluasi Hidup Anda yang diperingati setiap 19 Oktober.
Peringatan yang dikenal dengan nama Evaluate Your Life Day ini mengajak setiap orang berhenti sejenak untuk mengevaluasi perjalanan hidup. Tujuannya bukan menghakimi diri sendiri. Namun mengenali pencapaian, memperbaiki kebiasaan yang kurang baik, serta menentukan hal-hal yang perlu diubah agar kehidupan menjadi lebih bermakna.
Bagi masyarakat Malang Raya, evaluasi hidup juga dapat dikaitkan dengan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kehidupan yang dijalani sudah memberikan rasa puas dan bahagia? Jawabannya tidak selalu ditentukan oleh besarnya penghasilan atau banyaknya harta yang dimiliki.
Sejarah Hari Evaluasi Hidup Anda
Mengutip National Today, Hari Evaluasi Hidup Anda digagas Thomas dan Ruth Roy, pendiri Wellcat Holidays. Mereka dikenal menciptakan berbagai peringatan unik untuk mengajak masyarakat melihat kembali aspek-aspek kehidupan.
Peringatan ini menekankan pentingnya menilai diri berdasarkan tujuan dan perkembangan pribadi, bukan semata-mata membandingkan pencapaian dengan orang lain. Evaluasi juga diharapkan dilakukan dengan sikap positif agar menjadi dorongan untuk memperbaiki diri, bukan sumber kritik berlebihan terhadap diri sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, evaluasi itu bisa dimulai dengan pertanyaan sederhana. Apakah waktu sudah digunakan dengan baik? Apakah hubungan dengan keluarga dan orang terdekat terjaga? Apakah pekerjaan yang dilakukan memberi penghidupan sekaligus kepuasan? Dan apakah kesehatan fisik serta mental mendapat perhatian yang cukup?
Bagaimana Mengukur Kebahagiaan?
Kebahagiaan memang bersifat subjektif. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki instrumen untuk mengukur persepsi masyarakat melalui Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK).
Dalam publikasi Indeks Kebahagiaan 2021, BPS menggunakan tiga dimensi pengukuran, yakni kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Artinya, kebahagiaan tidak hanya berkaitan dengan apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga bagaimana ia merasakan dan memaknai kehidupannya.
Indeks Kebahagiaan Indonesia pada 2021 tercatat sebesar 71,49, meningkat dibandingkan 70,69 pada 2017. Sementara itu, Indeks Kebahagiaan Jawa Timur mencapai 72,08 pada 2021, naik dari 70,77 pada 2017. Angka tersebut merupakan gambaran tingkat provinsi, bukan indeks khusus warga Malang Raya.
Hingga penelusuran ini, belum ditemukan angka resmi Indeks Kebahagiaan yang secara terpisah mewakili Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Karena itu, kondisi kebahagiaan warga di tiga wilayah tersebut tidak bisa disimpulkan hanya dari angka Jawa Timur.
Potret Kesejahteraan Malang Raya
Meski bukan ukuran kebahagiaan secara langsung, sejumlah indikator BPS dapat membantu melihat konteks kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Pada 2025, IPM Kabupaten Malang mencapai 74,45, Kota Malang 85,55, dan Kota Batu 80,35. Ketiganya menunjukkan capaian pembangunan manusia yang berbeda. Tetapi angka IPM tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan wilayah mana yang penduduknya paling bahagia.