Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia 2026, Simak Kasus Kanker Tulang di Malang Raya
Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia 2026. -Ilustrasi:AI--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Kasus kanker tulang di Malang Raya menjadi perhatian menjelang Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia yang diperingati setiap 19 Oktober. Data Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB)/RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang menunjukkan, ratusan kasus baru kanker tulang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada April 2025, jumlah kasus baru kanker tulang di Malang Raya berkisar 100–200 kasus per tahun sejak 2017. Pada periode 2023 hingga April 2025, tercatat 400 pasien baru. Angka tersebut mencakup pasien berbagai usia, sehingga belum dapat digunakan untuk menggambarkan jumlah khusus penderita kanker tulang anak.
Dokter dari Divisi Orthopaedi Onkologi FKUB/RSSA dr Satria Pandu Persada Isma menjelaskan, usia pasien kanker tulang bervariasi. Untuk kanker tulang primer, kasus paling banyak ditemukan pada anak-anak usia belasan tahun, dengan osteosarkoma sebagai salah satu jenis yang banyak dijumpai.
Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia Jadi Pengingat
Hari Tulang dan Sendi Anak Sedunia atau World Pediatric Bone and Joint Day diperingati setiap 19 Oktober. Peringatan yang dimulai pada 2012 ini bertujuan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan tulang, sendi, dan sistem gerak anak.
Momentum ini penting karena gangguan tulang dan sendi tidak hanya dialami orang dewasa. Pada anak, masalah tersebut dapat memengaruhi aktivitas, kemampuan bergerak, serta tumbuh kembang.
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai ialah osteosarkoma atau kanker yang berasal dari sel pembentuk tulang. Kementerian Kesehatan menyebut penyakit ini lebih sering muncul pada anak menjelang remaja, terutama usia 10 tahun ke atas, dan kerap menyerang tulang paha, tulang lengan atas, atau tulang kering.
Kenali Gejala Kanker Tulang pada Anak
Gejala osteosarkoma dapat menyerupai cedera biasa sehingga berisiko terlambat dikenali. Orang tua perlu memperhatikan nyeri tulang yang menetap, semakin berat pada malam hari, atau tidak membaik seperti keluhan akibat benturan ringan.
Tanda lain yang perlu diperiksa antara lain pembengkakan di sekitar tulang, benjolan yang terasa hangat, gerakan sendi yang terbatas, serta patah tulang tanpa benturan yang jelas. Jika keluhan menetap atau semakin memburuk, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan dokter dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan pencitraan dan pemeriksaan jaringan sesuai indikasi. Diagnosis tidak bisa dipastikan hanya dari gejala, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab keluhan.
Data Kanker Anak di RSSA Belum Terpilah Khusus Kanker Tulang
Dalam pemberitaan Februari 2026, RSSA menyebut menangani sekitar 150 kasus baru kanker anak setiap tahun, dengan 300–400 pasien anak teridentifikasi mengidap kanker. Data tersebut mencakup berbagai jenis kanker, bukan khusus kanker tulang.
Karena itu, jumlah anak di Malang Raya yang mengalami kanker tulang belum dapat dipastikan dari angka publik yang tersedia. Data berdasarkan usia dan diagnosis masih diperlukan untuk mengetahui jumlah pasien anak dengan osteosarkoma secara lebih akurat.
Sumber: diolah dari berbagai sumber










