25 Tahun Rawat Mangrove Clungup Malang, Konservasi Hasilkan Miliaran Rupiah

Minggu 18-10-2026,14:51 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Sementara itu, Eriko Sotarduga mengajak generasi muda memilih kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia juga mendorong partisipasi dalam gerakan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Dari Konservasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan di Clungup diawali dengan lokakarya mengenai peluang dan tantangan perdagangan karbon bagi komunitas di kawasan Pantai Clungup dan Teluk Asmara. Agenda dilanjutkan dengan susur mangrove hingga Pantai Tiga Warna.

Ratusan anak muda, ibu-ibu, dan nelayan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak melihat hubungan antara pemulihan lingkungan, pengembangan ekowisata, dan peluang ekonomi masyarakat pesisir.

Pengalaman CMC Tiga Warna menunjukkan bahwa konservasi dapat menjadi fondasi pembangunan yang melibatkan masyarakat. Hutan mangrove berfungsi menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung kegiatan wisata dan sumber penghidupan warga.

Ke depan, CMC diarahkan untuk memperkuat ekowisata, mengembangkan produk unggulan masyarakat, dan menjajaki perdagangan karbon berbasis komunitas. Pengembangan tersebut perlu tetap mengutamakan perlindungan ekosistem dan kepentingan warga yang selama ini merawatnya.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, manfaat konservasi diharapkan tidak hanya dirasakan generasi sekarang, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Kategori :