JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Hasil Denmark Open 2026 pada Rabu, 14 Oktober, menjadi catatan kurang menggembirakan bagi sektor ganda campuran Indonesia. Dua pasangan Merah Putih, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, sama-sama tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari lawan masing-masing.
Amri/Nita harus mengakui keunggulan pasangan China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, melalui pertandingan dua gim dengan skor 22-24 dan 11-21. Sementara itu, Dejan/Felisha kalah dari wakil Chinese Taipei, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang, dengan skor 13-21 dan 16-21.
Hasil tersebut membuat Indonesia kehilangan dua pasangan ganda campuran pada babak pertama turnamen BWF World Tour Super 750 itu. Kedua pasangan memiliki kendala berbeda dalam menghadapi lawan, terutama ketika memasuki fase-fase penting pertandingan.
Amri/Nita Kehilangan Gim Pertama yang Ketat
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sebenarnya memiliki peluang untuk merebut gim pertama ketika menghadapi Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Pasangan Indonesia tersebut sempat memberikan tekanan dan terlibat dalam persaingan ketat hingga memasuki poin-poin akhir.
Namun, saat kedudukan memasuki fase krusial, Amri/Nita gagal mempertahankan keunggulan. Pasangan China mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya merebut gim pertama dengan skor 24-22.
Kehilangan gim pembuka berdampak pada permainan Amri/Nita di gim kedua. Guo/Chen tampil lebih leluasa, sedangkan pasangan Indonesia kesulitan keluar dari tekanan. Gim kedua pun berakhir dengan skor 11-21.
Amri mengakui bahwa mereka kurang mampu mengendalikan diri pada poin-poin kritis. Permainan yang terburu-buru membuat peluang untuk mengamankan gim pertama terlepas, kemudian memengaruhi penampilan pada gim berikutnya.
Nita juga menilai lawan mampu membaca strategi mereka ketika mencoba memperlambat tempo permainan. Kondisi tersebut membuat Amri/Nita semakin kesulitan mengembangkan pola permainan yang diinginkan.
Dejan/Felisha Belum Menemukan Chemistry
Kekalahan juga dialami Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka takluk dari Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang asal Chinese Taipei dengan skor 13-21 dan 16-21.
Pertandingan ini menjadi pengalaman penting bagi Dejan/Felisha yang masih membangun kecocokan sebagai pasangan. Keduanya mengakui masih perlu memperbaiki koordinasi dan rotasi permainan di lapangan.
Felisha tetap mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut. Menurutnya, laga melawan pasangan yang mampu memberikan tekanan menjadi kesempatan untuk mengetahui aspek permainan yang perlu ditingkatkan.
Dejan juga mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya memahami kebiasaan satu sama lain. Kesalahan rotasi masih terjadi, sementara pasangan lawan memiliki pengalaman dan permainan yang lebih padu.
Karena itu, kekalahan di Denmark Open 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Dejan/Felisha untuk memperkuat kerja sama. Mereka perlu meningkatkan komunikasi dan membangun chemistry agar lebih siap menghadapi pertandingan berikutnya.
Indonesia Kehilangan Dua Wakil Ganda Campuran
Tersingkirnya Amri/Nita dan Dejan/Felisha membuat perjalanan kedua pasangan di Denmark Open 2026 berakhir pada babak 32 besar. Meski demikian, hasil ini memberikan gambaran mengenai aspek yang perlu dibenahi, mulai dari ketenangan saat menghadapi poin kritis hingga koordinasi antarpemain.
Bagi Amri/Nita, kemampuan menjaga keunggulan menjadi pekerjaan rumah setelah kehilangan gim pertama yang berlangsung ketat. Sementara itu, Dejan/Felisha masih membutuhkan waktu untuk menyatukan pola permainan sebagai pasangan.