B50 Setop Impor Solar, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp170 Triliun

Jumat 09-10-2026,19:41 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Selain penghematan devisa, pemerintah menyoroti dampak B50 terhadap penciptaan lapangan kerja. Dalam keterangan resmi pada Juni 2026, Kementerian ESDM menyebut program tersebut berpotensi menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri sawit dan energi.

Potensi penyerapan tenaga kerja tersebut berkaitan dengan kegiatan produksi dan pengolahan bahan baku, operasional industri biodiesel, hingga distribusi bahan bakar. Peningkatan kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel juga diharapkan memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha perkebunan.

Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi program B50 akan bergantung pada pelaksanaan kebijakan, kesiapan industri, serta kemampuan pemerintah menjaga pasokan bahan baku dan kelancaran distribusi.

“Artinya, energi tidak hanya soal bagaimana kita memenuhi kebutuhan bahan bakar, tapi juga bagaimana manfaat ekonominya tetap berada di dalam negeri. Jadi, ketika kita berbicara kemandirian energi, ada manfaat yang ikut dirasakan oleh masyarakat,” kata Dwi Anggia.

Melalui program B50, pemerintah berharap pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik dapat memperkuat ketahanan energi, menekan ketergantungan terhadap impor solar, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

 

Kategori :